HARGA MURAH SELALU MENANG?

Beberapa waktu yang lalu sempat baca artikel mengenai price atau harga jual. Faktor sensitif dalam Marketing Plan he he. Gimana gak sensitif, harga pasti terkait dengan kemampuan konsumen, apalagi harga jual rumah yang rata-rata adalah 40-60 kali gaji konsumen. Bayangin, kalau kita nekat gak makan gak belanja demi dapat rumah, terpaksa puasa 40 bulan, kuat gak ya?. Dalam kondisi seperti ini tentu tidak heran apabil konsumen selalu mencari yang termurah, eits tapi tunggu dulu. Apakah selalu yang termurah?
Jadi ingat komentar teman kalau ‘harga murah selalu menang’. Benarkah? Kalau benar kenapa ada beberapa perumahan yang jelas-jelas tertera harganya lebih murah atau paling murah, tetapi tetap saja tidak terlalu laku. Tentu ini sebuah kenyataan yang bertentangan dengan logika berpikir kita juga. Murah koq gak laku? Kenapa?
Kenapa ada yang pasang harga murah koq gak laku, sementara ada yang pasang harga lebih mahal malah laku. Atau ada yang pasang harga sama murahnya, yang perumahan sana laku koq yang sini tidak? Kenapa bisa terjadi? Apa dukunnya kurang ? Bingung khan? Saya juga mulai bingung nih he he he.
Kita coba telusur satu persatu. Harga pasti selalu jadi pertimbangan utama konsumen, itu sudah dilakukan survey berkali-kali ama ‘bule’ dan jugaa ‘non bule’ he he, hasilnya selalu sama “harga” adalah pertimbangan utama. Jadi kalau harga murah lalu menang? Eits tunggu dulu, ternyata harga tidak berdiri sendiri. Setelah cek harga ternyata konsumen juga akan membandingkan harga dengan ‘produk’. Dan setelah lolos dari testing ‘perbandingan harga-produk’ akan dilanjutkan dengan perbandingan faktor-faktor lain seperti nilai investasi, gengsi, kedekatan dengan tempat kerja dll. Dan seterusnya sampai akhirnya konsumen memutuskan beli, dan jangan lupa, sales anda yang selalu tersenyum atau selalu cemberut juga masuk perhitungan konsumen untuk melakukan pembelian.
Jadi ternyata gak se-simple ‘harga murah langsung menang’. Akan ada perbandingan terlebih dahulu, inilah yang disebut Value atau nilai. Dan nilai ini tidak hanya dilihat dari satu sisi saja semisal harga atau lokasi, tetapi secara keseluruhan dari perumahan anda. Harga yang bersaing, produk yang sesuai harga, cara beli yang simple, promosi yang jujur dan menarik, sales yang ramah, ketepatan produksi adalah sebagaian rangkaian yang akan membentuk value atau nilai. Itulah yang nantinya akan dinilai oleh konsumen dan jadi faktor penentu konsumen untuk memutuskan beli di tempat anda atau tempat pesaing.
Hal ini perlu diperhatikan saat persiapan proyek, percuma harga murah, tapi produknya jelek, cara beli ribet dan konsumen gak dibantu, promosinya jelek dan gak jujur, salesnya judes (meskipun secakep Aura Kasih kalau judes juga bete he he), produksi ngaret dll. Tentu konsumen enggan beli ditempat kita, kalaupun sudah terlanjur beli pasti berpotensi batal. Tentu kita tidak mau hal seperti ini terjadi pada proyek kebanggaan kita khan? Untuk itu hilangkan pola pikir hanya mengandalkan satu sisi untuk jualan. Misalkan hanya mengandalkan harga murah atau lokasi bagus atau design cantik, apalagi kalau cuma mengandalkan mentor terkenal he he he, anda telah tersesat jauh wkkkkkk (ups padahal saya mentor juga, matiin pasaran nih he he). Coba bentuk pola pikir baru bahwa yang harus diandalkan adalah value. Karena itulah yang akan jadi ‘nilai’ perumahan anda.
Jadi jelas sudah kalau harga murah tidak selamanya menang. Terus kalau gitu gak usah harga murah dong? Mahalin aja sekalian gimana? Boleh, tapi tunggu dulu. Dalam Promosi ada yang namanya ‘Get Attention’ yaitu proses saat calon konsumen tertarik dengan produk anda, istilahnya ‘jatuh cinta pada pandangan pertama’. Nah harga murah itu bisa jadi jurus ampuh untuk ‘Get Attention’. Terus bagaimana koq bisa harga murah jadi jurus ampuh saat promosi? Sebentar, kayaknya sudah melenceng dari judul, khan tadi cuma mau tahu kenapa harga murah gak selalu laku khan? Sudah terjawab khan? Jadi soal get attention, promo, harga murah dan korelasinya kita bahas di artikel lain saja ya? Setuju?

Harga murah belum tentu menang

Tinggalkan komentar

Filed under Marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s