CARA AMAN PILIH KONTRAKTOR

Kita pasti familiar dengan namanya kontraktor, apalagi orang proyek atau perumahan. Hampir tiap hari kita berinteraksi dengan mereka baik kontraktor bangunan, infra sampai kontraktor taman. Tapi sesering apapun kita berinteraksi kadang masih ada kebingungan dalam menentukan siapa kontraktor yang aman dan bisa kita andalkan untuk mengerjakan perumahan kita.
Pertanyaan mengenai ‘bagaimana cara memilih kontraktor?’ atau ‘ada gak kenalan kontrator yang baik pak?’ sering saya dengar. Hal ini menunjukan bahwa memilih kontraktor tidak simple atau gampang. Mungkin kita kenal yang baik, terpercaya, modal besar dll tapi ternyata tidak cocok dengan kantong kita he he. Sangat manusiawi kalau kita penginnya dapat kontraktor yang bagus, kerjanya rapi, bertanggung jawab tapi muraaaaaaaaaaah…bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami hwahahahaha.
Tapi tentu bukannya tidak ada, cuma memang harus teliti dalam memilih. Terus apa acuan kita dalam memilih kontraktor yang aman sehingga tidak ada masalah dikemudian hari? Dibawah ini ada beberapa acuan tips memilih kontraktor yang aman.
(1) TRACK RECORD
Kontraktor dengan track record bagus tentu lebih aman kita kasih kepercayaan dalam mengerjakan proyek kita. Caranya bagaimana mengeceknya? Gampang, kontraktor bagus pasti laris, berarti ada beberapa proyek yang mereka kerjakan dalam waktu dekat, coba cek ke lapangan tempat kontraktor tersebut bekerja sekarang , tanyakan track record-nya, cari yang independet misal dari pihak developer langsung. Kalau track record mereka bagus dalam artian tidak pernah punya masalah di lapangan, bayar tukang lancar, on time, kualitas bagus dll silahkan ditawari SPK.
(2) PUNYA MODAL
Kontraktor harus punya modal, sudah pasti, kalau tidak punya pasti susah berkembang dan cenderung gali lubang tutup lubang. Terus darimana cara mengeceknya? Gampang, hubungi supplier/toko material tempat biasanya kontraktor ambil barang, kalau cara bayar hutang material mereka rapi dan jarang terlambat (ingat semua kontraktor rata-rata ngutang ke toko material), berarti permodalan mereka cukup. Kalau sering terlambat atau bahkan ngemplang bisa jadi gak punya modal atau bahkan punya hutang. Cek dulu, kalau hasilnya bagus berarti aman. Waspada juga dengan kontraktor yang dana-nya minjam, apalagi rentenir, mereka cenderung mau profit lumayan besar (karena termakan bunga) tentunya berakibat banyak kerjaan di’curi’ atau diturunkan kualitasnya, apalagi jika harga borongan ‘mepet’ dan profit juga cenderung ‘mepet’.
(3) PENGALAMAN
Kontraktor baru pasti berbeda dengan kontraktor lama, jam terbang akan membedakan seberapa besar efisiensi mereka terhadap material maupun tukang, semakin berpengalaman semakin efisien dan irit. Kalau bisa efisien dipastikan hasil akan maksimal, karena semua sudah sesuai target. Tapi kalau masih ‘ijo’ biasanya banyak kesalahan yang berakibat ‘high cost’. Pilih yang berpengalaman supaya hasil efisien dan maksimal. Caranya? Minta CV atau daftar pengalaman mereka, dan di cross check secara acak apakah data itu betul atau karangan he he.
(4) BERTANGGUNG JAWAB
Kadang sebagus-bagusnya perencanaan, sering meleset di pelaksanaan, apalagi kalau terkait masalah eksternal seperti kenaikan material, buruh dll. Kontraktor cenderung akan menyesuaikan, tetapi apabila penyesuaian mereka gagal tidak jarang karena rugi mereka memilih lari meninggalkan maalah di supplier, konsumen dan developer itu sendiri. Cari yang tanggung jawabnya besar. Bagaimana tahunya? Saat survey track record, tanya langsung anak buahnya apakah bos mereka cukup bertanggung jawab selama ini? Tanya ke developer terkait apakah kontraktor mereka cukup bertanggungjawab? Kalau jawabannya positif berarti bisa diandalkan.
(5) RASIONAL
Semua orang tahu peribahasa Rusia ‘ono rego ono rupo’ alias ada harga ada kualitas. Biasanya kontraktor dalam melakukan penawaran akan lebih tinggi berkisar 5-10% dari RAB. Kalau penawaran mereka terhadap RAB kita terlalu tinggi atau terlalu rendah maka perlu dipertanyakan kemampuan mereka melakukan perhitungan, ingat salah hitung di proyek bisa berakibat ‘over budget’ atau ‘under quality’. Pastikan konraktor tersebut bersikap rasional terhadap proyek yang kita tawarkan. Semua kontraktor pasti mau untung, gak ada yang mau rugi he he, jadi jangan berharap harga akan turun drastis, pasti ada yang tidak beres dalam proses perhitungannya. Jadi tinggal dicek penawaran mereka, bandingkan dengan RAB, kalau terlalu ekstrem bedanya jangan ditawari SPK.
Itu sebagian acuan memilih kontraktor, rekan2 milis bisa menambahkan sesuai pengalaman sendiri, inti-nya semakin kita bisa menyaring rekanan kontraktor, semakin aman dan terjamin kontinuitas proyek kita kedepannya.

Pilih dengan cermat demi keamanan proyek

Tinggalkan komentar

Filed under Teknik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s