ROMBONGAN SANTAI DI KANAN

Sering pakai jalan tol? Pernah gak pas kita buru-buru dan pengin ngebut, tapi di jalur 3 atau sebelah kanan sendiri justru ada beberapa mobil yang jalan santai
padahal jalur tersebut dikhususkan untuk tukang ngebut he he. Pasti kita dongkol dan buru-buru pengin nyalip, sambil dalam hati mengumpat ‘dasar gak pakai otak, kalau mau nyantai ambil jalur paling kiri dong’

Memang kebutuhan kita yang buru-buru dan si Rombongan Santai Di Kanan (RSDK) itu gak pernah matching. Kita pengin cepat sampai, sementara RSDK santai asal sampai. Sebernarnya sama-sama punya goal tapi yang satu buru-buru yang satu nyantai.

Pernah gak ngalami hal tersebut di team development? Team yang kita ajak untuk development dan memiliki bagian saham. Mungkin jawabannya ada yang ‘oh itu sering’ he he.

Ok, bagaimana sih menghadapi hal tersebut. Sebenernya kalau mau aman ya ajak teman-teman untuk develop bareng yang sama-sama bisa ‘lari’ atau malah ‘nyantai’ sekalian, khan yang penting seragam langkahnya he he.

Bagaimana menyikapinya apabila hal tersebut terlanjur terjadi di team yg sudah terbentuk, tentu yang ditakutkan adalah ada rasa iri atau menyalahkan atau merasa ‘paling kerja keras’ yang tentu berimbas pada perselisihan, apalagi pas pembagian profit he he. Mungkin ada yang mengumpat ‘huh, diajak meeting bagi kerjaan susah, giliran meeting bagi hasil rajin’ he he he

Berikut beberapa tips untuk menjembatani si ‘buru-buru’ dan si RSDK.
(1) SEPAKATI LAJU TEAM
Sepakati dulu bareg-bareng, terutama apabila dipilih team akan ‘lari’. Tentu gak
mungkin hanya sebagian yang ‘lari’ atau rajin+semangat sementara yang lain
santai, akan berimbas anggota team yang tadinya rajin juga ikut nyantai he he.
Jadi sepakati dulu bareng-bareng kira-kira laju team seperti apa, kalau sudah
sepakat pasti lebih gampang memahami kinerja antar anggota team

(2) RIGHT MAN ON THE RIGHT PLACE
Pembagian kerja proyek dibagi diantara anggota team? Siapa takut. Kalau memang ada diantara anggota team yang mampu misalnya jago marketing, boleh-boleh saja terjun langsung sebagai marketing proyek yang berjalan. Demikian juga bagian lain misal keuangan dan teknik. Tentu dengan imbalan sesuai porsi mereka, misalnya dapt gaji bulanan dll. Tapi yang perlu diingat, right man on the right place, kalau bukan jago dibidang itu ya lebih baik jangan pegang posisi yang dimaksud. Misalnya sebenernya ahli keuangan, tapi karena semangat tinggi coba-coba pegang teknik, bukannya tidak boleh, tapi ingat ini proyek bernilai rupiah, bukan proyek main-main, tentu harus dipertimbangkan profesionalisme. Semangat boleh tapi harus perhitungan.

(3) SERAHKAN PADA PROFESIONAL
Biasanya begitu proyek mulai, diantara anggota team juga dibagi-bagi tugas. Tapi mengabaikan point 2, semangatnya hanya ngirit. Ingat, proyek yang dijalankan oleh profesional saja berpotensi rugi, apalagi bukan profesional, lebih besar potensinya. Jadi semangat irit boleh, tapi ada batasnya. Kalau anggota team yang ahli cuma segelintir orang, dan masih banyak porsi lain yang membutuhkan profesional, sebaiknya posisi tertentu dipegang oleh mereka. Jangan semua maunya dihandle oleh anggota team, mulai jualan, keuangan sampai bangun rumah. Kalau memang mampu tidak masalah, tapi harap ukur diri, kalau memang sebagian tidak mampu, ‘serahkan ke ahlinya’ eh serahkan ke profesional.

(4) SAMAKAN TANGGUNGJAWAB
Ok, laju sudah disetujui, ada anggota team yang pegang posisi tertentu, ada
profesional yang bantu tembel kebutuhan team…terus anggota team yang lain? Ada yang semangat terus support tapi ada juga yang parah..’Masa bodoh’..’Khan sudah ada ahlinya, khan anggota team yang kerja juga digaji, khan nanti bagi hasilnya juga sama dll’. Wah, jangan sampai anggota team bersikap seperti itu. Ingat, tidak cuma hak tapi juga melekat kewajiban, apabila proyek untung semua untung, demikian juga apabila proyek buntung semua buntung. Apabila proyek cash bertahap dan team berhutang tanah katakanlah 2 Milyar Rupiah, maka anda juga punya beban yang sama untuk melunasi hutang tersebut. Jadi samakan dulu tanggung jawab antar anggota team development, baru bisa berjalan enak dan aman proyek-nya, tanpa ungkapan iri hati dan kedongkolan.

Makanya kalau mau nyantai jangan jalan di kanan, kiri saja. Sorry, saya bicara
jalan tol kanan-kiri lho ya, bukan otak kanan-otak kiri he he he.

Sama langkah lebih nyaman

Tinggalkan komentar

Filed under Manajemen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s