SURVEY MARKETING

Sebagian orang beranggapan kalau melihat lahan atau survey lahan hanya mempertimbangkan hal-hal teknis, seperti lokasi, dipinggir jalan besar atau masuk kedalam, kontur lahan, perlu urug atau gak, sawah atau ladang dll. Padahal ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan saat melihat lahan yang kita survey, dan itu masuk kriteria kelayakan lahan, yaitu survey yang terkait dengan marketing.
Tentunya kita ingin lahan yang kita incar dan nantinya kita olah sebagai perumahan itu akan laku, sukur-sukur laku keras, laris manis tanjung kimpul he he he. Oleh karena itu kenapa kita tidak lakukan survey marketing disaat bersamaan dengan survey lahan? Khan sekali kayuh dua tiga hari pegelnya gak ilang-ilang ..eh bukan…sekali kayuh dua tiga pulau terlampaui.
Lalu apa saja yang harus kita survey atau kita pertimbangkan di awal saat melakukan survey lahan? Ada 3 hal yang seharusnya dilihat, yaitu :
(1) Kondisi lingkungan sekitar
Apakah lingkungan sekitar mendukung lahan yang kita incar? Koq mendukung? Iya, misalnya kita incar lahan yang harganya mahal dan nantinya akan jadi cluster mahal, apakah lingkungan sekitar sudah bisa mendukung hal tersebut? Kalau lingkungan sekitar ternyata masyarakat berpenghasilan rendah, apalagi sampai radius lebih dari 10 km, maka logikanya kita harus cari konsumen diluar radius itu, tentu lebih mudah apabila sekitarnya masyarakat berpenghasilan menengah, karena kita berharap ada ‘swing customer’ yang memilih pindah ke perumahan kita. Singkatnya kondisi lingkungan meliputi geografis, demografis, sosial politik, teknologi.
(2) Calon konsumen
Saat akan melihat lahan yang kita incar, kita seharusnya sudah mempunyai gambaran kira-kira calon konsumen yang sesuai dengan harga jual perumahan kita tersebut berada dimana? Misalnya kita mau buat RSH, sasarannya pegawai pabrik…nah kira-kira pabrik terdekat berada dimana? potensi karyawan pabrik tersebut berapa? yang masuk target market kita ada berapa? apakah cukup satu pabrtik tersebut sebagai sasaran market kita atau harus mencari pabrik lain? dll. Itu bisa dilakukan saat survey lahan, pasang mata baik-baik saat menuju lokasi lahan, rekam semua pemandangan kantor, pabrik, pusat niaga disepanjang perjalanan kita, itu yang nantinya akan jadi data awal kita.
(3) Pesaing
Hal ini yang seharusnya paling kita fokuskan saat survey lahan, coba cek sekalian saat survey lahan, ada berapa pesaing di sekitar lahan kita sampai radius 10 km, mereka main di level mana dibanding kita, dibawah atau diatas kita atau malah sama, cek juga mereka dapat tanah diharga berapa, sekalian aja dech …apa keunggulan dan kelemahan mereka dibanding lahan kita nantinya, berapa laju penjualan mereka saat ini,kencang atau lambat, type apa saja yang disukai di pesaing kita dll. Jadi Sekalian kita survey lahan sekalian kita keliling-keliling lihat pesaing dan langsung di analisa.
Ok, jadi siapa bilang survey lahan itu simpel he he…sekalian aja survey marketing, jadi kita ada gambaran kira-kira kalau lahan yang kita incar nantinya laku atau tidak. Khan enakan begini, udah ketahuan diawal, daripada udah terlanjur kebeli tapi susah jual. Siap?

Survey lahan ternyata tidak simple

Tinggalkan komentar

Filed under Lahan dan Investor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s