FOKUS SEORANG PIMPRO

Pimpro alias pimpinan proyek, orang yang paling bertanggung jawab di proyek perumahan, katanya he he…eh bener dong, bukan katanya. Seorang pimpro memiliki tanggung jawab penuh atas lancar tidaknya sebuah proyek. Sering keberhasilan proyek dan kegagalannya juga dikaitkan dengan performa dari seorang pimpro. Sedemikian pentingkah pimpro sehingga seolah nafas proyek tergantung sekali dengan desah nafas pimpro? Kalau pimpro-nya batuk-batuk maka proyeknya juga ikut batuk-batuk…katanya he he. Kalau pimpro-nya sehat dan kuat maka proyeknya lancar jaya…semoga.
Tidak bisa dipungkiri, pimpro memegang peranan begitu penting di proyek. Tapi seiring besarnya tanggung jawab tersebut, muncul juga kebimbangan dari pimpro, terutama pimpro baru. sering mereka tidak fokus dengan tugas dan tanggungjawab mereka. Akhirnya mereka sibuk disemua hal, bantu marketing jualan juga, bantu teknik lihat-lihat lapangan, ikut antri di bank bareng kasir-nya dll.
Lalu apa fokus sesungguhnya dari seorang pimpro sehingga dia bisa lebih perform sebagai pimpro ketimbang sebagai pembatu umum ( bantu sana-sini he he semua pokoknya dibantu ). Dibawah ini ada sedikit guidance supaya pimpro lebih fokus dan perform sebagai pimpro.
(1) FOKUS DI KESEIMBANGAN KERJA ANTAR LINI
Suka sepakbola gak? Kalau suka pasti tahu mbah Fergie atau Mourinho, yang trend sekarang Villas-Boas, saya sendiri suka Kenny Dalglish he he. Apa sih kehebatan mereka dibanding pelatih lain sehingga team mereka lebih sering menangnya dibanding kalahnya? Penyerangnya haus gol? Bek-nya tangguh? Atau midfielder-nya selalu menguasai permainan? Ternyata kehebatan mereka adalah meramu bek yang tangguh, midfielder yang menguasai permainan dan penyerang yang haus gol. Percuma penyerangnya haus gol tapi bek-nya kebobolan terus, atau menguasai permainan tapi susah bikin gol. Demikian juga di properti, percuma kalau closing terus marketing-nya tapi keuangan tidak bisa menjadikannya uang dengan akad kredit, atau performance marketing dan keuangan bagus tapi lapangannya memble gak bisa bangun rumah on time..telat mulu. Jadi kalau closing 10, akad 3, bangun rumah 7 tentu percuma karena akan banyak rumah stock dan cashflow berat. Atau closing 5, akad 5 tapi bangun rumah cuma 1 tentu akan terima komplain konsumen dan rugi waktu. Lebih baik closing 3, akad 3 terbangun 3. Tapi paling baik ya closing 25 akad 25 terbangun 25 hwahahahahaha…aamiin. Koordinasikan kinerja antar lini marketing, keuangan dan teknik. Pastikan kerja mereka tersinkronisasi dan saling mendukung satu sama lain. Kinerja marketing yang baik dan diimbangi keuangan yang baik akan mendatangkan uang, banyak uang akan mendukung upaya teknik dalam pembangunan rumah. Rumah-rumah yang terbangun cepat, bagus dan indah adalah modal markerting untuk jualan kembali. Ok…you see the circle? Good…he he
(2) FOKUS MENGELOLA RESIKO
Resiko, ya betul resiko, sesuatu yang kalau dikelola dengan baik bikin kita untung dan kalau diabaikan kadang bikin kita bunting eh buntung…sorry becanda he he. Sebagai seorang pimpro tentu harus lebih fokus mengelola resiko, bagaimana resiko yang mungkin timbul dari masing-masing divisi itu kita minimalisir sehingga berdampak kecil, dan perlu diingat resiko itu timbul dari semua divisi. Sebagai contoh divisi marketing, double closing, atau unit yang sama ternyata dijual ke 2 orang yang berbeda karena antar sales tidak koordinasi, hal ini bisa berakibat tuntutan hukum, tugas pimpro menghindari hal ini. Atau bagian teknik, telat bangun sementara di PPJB tertulis jelas batas waktu serah terima bangunan ke konsumen, inipun kalau tidak dikelola dengan baik bisa berakibat tuntutan hukum. Demikian juga di keuangan, apabila kontrol lemah bisa berakibat uang konsumen dibawa lari karyawan, yang rugi juga developer, inipun harus dihindari dengan upaya kelola yang baik. Itu baru sebagian faktor resiko yang mungkin timbul, masih banyak lagi misalnya terkait akuisisi lahan dsb. Jadi tugas pimpro adalah fokus di kelola resiko, minimalisir akibat yang mungkin timbul dan apabila dikelola dengan baik semua divisi akan bisa menjalankan tugas dengan maksimal, dan sebaliknya apabila tidak terkelola, kinerja divisi akan tidak fokus dan maksimal karena terganggu masalah tersebut.
(3) FOKUS PADA HASIL AKHIR
Apa hasil akhir proyek? Profit? Betul, tapi saya ralat sedikit, profit yang aman. Percuma dapat profit tapi misalnya masih ada hutang pajak, atau ada kewajiban ke konsumen yang belum selesai, atau kewajiban ke bank yang belum dikerjakan dll. Pimpro harus fokus bagaimana supaya proyek untung tapi semua kewajiban terpenuhi. Jadi fokus pada semua pengeluaran supaya tidak over budget tapi tetap terlaksana. Kata kuncinya mungkin ‘start from the end’, semua dimulai dari akhir. Setting goal dulu dan paksakan supaya goal tercapai dengan budget yang tersedia, ‘say no to over budget’ he he. Disini kreativitas pimpro benar-benar diperas habis-habisan untuk memenuhi target sesuai budget. Tidak cukup dengan cara biasa, harus putar otak dan berkreasi. Sebagai contoh misalnya budget selokan tidak terpenuhi,kalau pakai kontraktor mahal, kebetulan dana ada, kenapa tidak dikerjakan sendiri, cari tukang, beli material, dikerjakan, diawasi, beres deh. Itu sebagian kecil kretaivitas dan improvisasi pimpro, tentu akan lebih banyak lagi dan lebih hebat lagi kreativitas pimpro dilapangan.
Itu sekilas guidance untuk pimpro supaya lebih fokus dalam bekerja. Semoga guidance diatas sedikit membantu para calon pimpro atau pimpro baru atau pimpro bingung yang lainnya he he. Harapan saya dengaan adanya guidance tersebut sedikit terbaca apa yang jadi fokus utama pimpro, sukur-sukur kalau banyak he he.

Separuh nafas proyek ada di pimpro

Tinggalkan komentar

Filed under Manajemen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s