SAYA INGIN PUNYA STAFF MBAH DUKUN

Wah enak dong kalau gitu..bisa minta mantra pengganda uang atau minimal ilmu pelet cewek-cewek cakep hwahahahahahaha. Ahhhh…tentu bukan itu maksud saya apalagi soal ilmu pelet (sambil senyum tersipu-sipu), saya memang berkeinginan mempunyai seorang staff keuangan yang mirip ‘dukun’. Koq begitu?

Ya, keinginan itu muncul saat saya berdiskusi dengan staff keuangan yang baru disuatu project development. Saat membahas mengenai schedule proyek saya meminta staff saya untuk memberikan rincian uang yang akan masuk dalam beberapa bulan kedepan. Sambil melongo dan sedikit melotot (sedikit saja, soalnya kalau melototnya banyak sudah saya pecat sore itu juga bwahahahaha) dia berkata ” Wah, saya suruh menebak uang masuk ke proyek dalam beberapa waktu ke depan? Emangnya saya dukun pak?”, sambil bersiap-siap untul nyerocos lebih lanjut mengenai keberatannya disuruh jadi “dukun” kalau tidak cepat-cepat saya ajak diskusi mengenai tugas keuangan.

Ok, pasti proyek saya butuh dana untuk menjalankan semua kegiatan proyek baik yang meliputi marketing, pembangunan sampai gaji karyawan bahkan sumbangan kanan kiri. Terus darimana saya dapat dana itu? Ok, mungkin sebagian akan bilang dari modal kerja. Tapi sampai kapan? Nah saat modal kerja sampai titik habisnya, apakah proyek akan berhenti? Tentu tidak, pasti harus ada rolling dari kegiatan proyek seperti jualan, akad dll.

Tentu tugas team project atau keuangan secara khususnya adalah memastikan dana yang dibutuhkan tersebut akan selalu tersedia. Kalau tidak tentu ada kemungkinan lajunya proyek akan terhambat.

Disinilah peran keuangan sangat vital. Keuangan tidak bisa lagi bersikap pasif hanya menunggu ‘belas kasihan’ konsumen untuk akad kredit atau membayar uang muka dll atau menggantungkan pada modal kerja. Tetapi pada posisi ‘mengejar’ supaya dana yang dibutuhkan untuk menjalankan proyek selalu tersedia dan tidak kurang. Setuju?

Karena posisi ‘mengejar’ tentu harus tahu siapa dan apa yang dikejar. Right? Disinilah pentingnya “forecasting” yang mirip-mirip ilmu perdukunan hahahaha. Meramal atau membuat perkiraan berapa uang yang akan masuk ke proyek. Namanya ‘perkiraan’ atau ‘ramalan’ tentu semakin tidak meleset semakin baik. Ibarat mbah dukun, semakin tebakannya banyak yang pas, semakin terkenal bahkan bisa punya mobil ‘Hummer’. Demikian juga keuangan kita, semakin ‘forecasting’ penerimaan keuangannya semakin tepat tentu semakin aman proyek dalam ketersediaan dana untuk operasional-nya.

Oleh sebab itu saya benar-benar ingin punya staff keuangan seperti “mbah dukun” yang bisa menyusun ‘forecasting penerimaan’ yang tepat dan bila dijalankan dengan baik akan menjamin ketersediaan dana proyek.

Mulai besok saya akan pasang iklan “dicari: mbah dukun”

Tinggalkan komentar

Filed under Keuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s