BUKAN LAGI ALAMAT PALSU

Wah sekarang lagi ramai nih Ayu Ting Ting dengan lagu “Alamat Palsu’- nya…..dimana…..dimana..dimanaaaaaa wkkkkkkkk. Kayaknya semua orang pada gak suka dengan hal yang palsu-palsu semisal uang palsu, alamat palsu, barang palsu he he. Bahkan Ayu Ting Ting aja gak suka ditipu ama pacarnya dengan ‘alamat palsu’-nya hwahahaha. Kecuali mungkin Sule ama beberapa ibu-ibu yang suka dengan ‘hidung palsu’ yang rada mancung wkkkkkkk.

Semua yang palsu memang bikin repot, bahkan hidung palsu juga sempat bikin repot Michael Jackson almarhum karena berubah dari mancung jadi peot. Apalagi kalau kita ketimpa alamat palsu wkkkkkkkk. Dicari-cari pasti gak ketemu, bikin kesal saja.

Hal ini juga menjadi hal yang tabu bagi kita selaku pelaku bisnis property. Jangankan alamat palsu, kita bahkan dituntut untuk mempunyai domisili yang tetap dan representatif. Hal ini bukan hanya berlaku saat melakukan aktifitas pemasaran atau proyek yang mutlak memiliki kantor, bahkan jauh sebelum itu yaitu saat melakukan negosisasi tanah atau investor kita disyaratkan sebisa mungkin sudah mempunyai alamat tetap kalau perlu representatif.

Kenapa? Bukankah banyak teman developer memulainya dari rumah? Bahkan ada yang memulainya dari warung kopi dan mereka sukses? Wah kalau sudah bicara masalah ‘warung kopi’ ini pasti akan panjang, yang jelas saya memulainya dari kantor yang lumayan dingin karena Ac-nya masih baru dan disetel 17 derajat wkkkkkkkkkkk.

Ok, kita akan bahas kenapa kita harus memiliki domisili atau kantor yang tetap bahkan sebisa mungkin representatif? Sebaiknya kita lihat dari sudut pandang pemilik tanah atau investor. Kalau anda jadi pemilik tanah atau investor, kira-kira anda akan lebih percaya pada calon developer yang memiliki alamat pasti atau tidak? Tentu jawabannya adalah kita lebih percaya dan menyerahkan tanah atau uang kita ke developer yang memiliki alamat atau domisili tetap apalagi representatif.

Se-simple itu? Gak juga sih, tapi alamat atau domisili tetap memberi makna bahwa apabila perjanjian atau proyek tidak berjalan dengan baik mereka akan tahu harus mencari kemana. Domisili tetap bermakna banyak karena bisnis property banyak sekali mengandalkan kepercayaan atau ‘trust’. Bahkan ada teman developer yang merasa tidak cukup puas dengan hanya memiliki domisili tetap, tapi berkeinginan calon mitra kerja pemilik tanah atau investor terkagum-kagum dengan kantornya. Maka didesain-lah front office dan ruang rapat serta ruang kerja-nya semegah dan sebagus mungkin lengkap dengan berderet foto-foto proyek perumahannya. Apa tujuannya? Supaya memberi kesan ke mitra pemilik tanah atau investor bahwa dia sangat bonafid dan asset yang dipunyai lebih besar daripada tanah atau nilai investasi yang ditawarkan mitranya. Padahal ruang kerja staff-nya jelek banget wkkkkkkkk (pssssssst jangan keras-keras, ntar denger orangnya).

Jelas sekali ‘kesan pertama’ begitu menggoda harus ditanamkan dibenak mitra pemilik tanah atau investor. Karena itu adalah langkah awal membangun kepercayaan dalam bisnis kerjasama berikutnya. Peluang untuk mendapatkan mitra pemilik rumah atau investor tentu akan semakin membesar apabila kepercayaan tersebut didapat dari calon mitra kerja mereka itu. Jadi saat ini alamat tetap saja tidak mencukupi, apalagi alamat palsu.

Untung ada Ayu Ting Ting yang mengingatkan soal ‘alamat palsu’

Tinggalkan komentar

Filed under Lahan dan Investor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s