JANGAN PECAT SAYA PAK

Wih judulnya serem…soal pecat memecat wkkkkk. Ya rekan property, bahasan kali ini memang serem. Baik bagi yang mau dipecat maupun yang mau memecat. Yang mau dipecat pasti serem karena terbayang gak ada kerjaan lagi, yang mau mecat juga gak kalah serem karena harus tepat, jangan salah pecat, khan bisa berabe.

Lha terus apa permasalahannya? Ternyaata teman saya yang developer juga berencana memecat para sales-nya. Wah rame juga nih kata saya. Saya coba tanya ‘kenapa dipecat? jelek ya jualan bulan ini?’ jawab teman saya ‘iya nih, sudah 3 bulan julan cuma 1-2 unit tiap bulannya, kantor pemasaran sepi, wah bisa-bisa rugi gw bayar sales gak ada hasilnya’. Ooooooo…ternyata seperti itu ceritanya, ya sutra-lah. Eh tapi tunggu dulu, saya coba tanya sama teman saya ini ‘bener tuh yang salah sales?’ teman saya dengan cepat menjawab ‘ya iyalah, kalau jualan sepi siapa lagi yang disalahkan kalau bukan sales?’. Waaaaaah langsung tebak nih kawan yang satu ini, coba deh kita diskusi ulang lagi.

Buat rekan property sebagian mungkin sudah maklum kalau marketing pasti terbagi dalam 2 kehiatan yaitu promosi dan sales. Kedua fungsi ini pasti berbeda meskipun mirip-mirip. Yang satunya jelas fungsinya mendatangkan konsumen yaitu promosi, dan yang satunya yaitu sales fungsinya membujuk konsumen untuk beli dengan segala tekniknya bahkan bujuk rayu kalau perlu bwahahahaha. Mau doooong dibujuk rayu ama Aura Kasih supaya beli rumah…eh emang Aura Kasih sales perumahan? Aaaaah gosip tuh wkkkkkk

Tapi rekan property, ternyata pengetahuan mengenai marketing yang berbeda job-nya antara sales dan promosi tidak selamanya diketahui oleh para pelaku bisnis property terutama yang skala kecil. Buat mereka marketing ya jualan, gak jualan ya gagal. Dan marketing mengacu ke SALES. Marketimg adalah sales, sales adalah marketing. Waaaaah salah kaprah, sudah salah, kaprah lagi he he he.

Ternyata teman saya ini berpikiran seperti itu, menurut dia marketing adalah sales dan sales adalah marketing. Ya opo rek…jelas saja rancu. Terus saya ajak aja diskusi “tiga bulan ini konsumen yang telpon, datang atau nyolek produk kamu ada berapa? terus yang closing ada berapa? Wah glagepan teman saya, langsung disambarnya buku prospek “tiga bulan ini agak sepi, yang telpon dan datang cuma sekitar 21 orang dan closing 7 orang” bebernya.

Ok, berarti sebenernya permasalah yang timbul bukan di sales, sales sudah cukup menjalankan tugas dengan baik, dari 21 calon konsumen yang bisa dibujuk untuk closing adalah 7 atau hampir 33%. Yah memang bukan type sniper, yang one shoot one kil, tapi lumayan bagus sebenernya kinerjanya. Justru yang jadi pertanyaan adalah kenapa promosi selama tiga bulan hanya mendatangkan 21 orang atau cuma 7 orang sebulannya? Pertanyaan yang saya ajukan ini bikin teman saya melongo…ooooo

“Sudah jelas yang salah adalah bagian promosi” kata saya keras-keras….”Pecat saja bagian promosinya, gagal tuh mendatangkan konsumen. Jangan-jangan promosinya salah tidak menyentuh segmen dan target perumahan kamu. Saran saya pecat saja bagian promosinya jangan salesnya, bagaimana? Siapa sih bagian promosinya?” Teman saya menjawab lirih “Yang bagian promosi ya aku sendiri”…Bwahahahahahaaha “Pecat aja diri lu sendiri” kata saya sambil tertawa terbahak-bahak. End of discussion

Jangan timpakan kesalahan pada orang lain

Tinggalkan komentar

Filed under Marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s