KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP

Pernah nonton film diatas gak? Yang masih muda-muda pasti gak tahu, kalau anda tahu pasti anda sudah tua wkkkkkkkkk. Buat me-refresh itu adalah film by Chaerul Tanjung eh sorry Chaerul Umam, nama deket-deket sih jadi salah tulis wkkkkk. Dibintangi oleh Lidya Kandouw dan Deddy Mizwar. Saat itu mereka lagi cantik-cantiknya dan ganteng-gantengnya. Ceritanya Komedi, saya masih inget iklannya bergambar Lidya Kandouw naik bis kota. Tua ya saya? Wkkkkkkkkk

Lantas apa hubungannya film diatas dengan bisnis property? Tentu ada, jangankan soal film. Kucing dikejar anjing saja bisa saya kait-kaitkan dengan bisnis property wkkkkkkkkkk. Ok-lah, mirip dengan judul diatas, dalam bisnis property kadang terjadi main kejar-kejaran. Bukan anak kecil kejar-kejaran pasti, tapi produk kita sering dengan cepat ditiru oleh pesaing atau kompetitor. Dan yang bikin capai, ditirunya gak cuma bentuknya doang tapi persis sampai ke warna-warna bangunannya sekalian.

Koq bisa? Ya iyalah, mereka kadang pakai bekas kontraktor kita he he yang nota bene sudah berpengalaman bikin rumah type yang kita jual, gambar kerja masih dipegang lagi. Yang parah kadang staff kita dibajak juga dan Abrakadabra…bangunannya mirip kita wkkkkkkk. Kesal? Hak Cipta? Monggo, silahkan…tetapi mohon maaf praktek seperti ini sangat jamak di dunia property kita.

Pasti anda kesal-lah, disain bagus-bagus, bayar konsultan mahal-mahal, diskusi panjang-panjang, kerja lebar-lebar eh keras-keras, koq dengan gampangnya ditiru. Sewoooooot gw he he. Jadi silahkan bersiap-siap kalau design anda bagus dan kinyis-kinyis, selewat waktu tertentu ada developer lain yang jualan mirip-mirip dan harganya? Lebih murah….waaaaaaaaaaaaa….

Saya sendiri berkali-kali mengalami hal tersebut. Terus apa yang harus saya lakukan? Wah tanya sana sini pada gak bisa jawab, ya udah cari-cari sendiri teori dan prakteknya wkkkkkk.

Dalam prakteknya developer yang meniru kita itu disebut ‘fast follower‘. Ya itu sejenis taktik yang digunakan untuk me-response tindakan lawan dalam konteks persaingan atau kompetisi. Weeeeeeh ngomongnya panjang udah kayak dosen S2 saja wkkkkkkkkk. Lanjuuuuut…

Terus bagaimana mengantisipasinya? Saran saya, lupakan type yang anda gadang-gadang sebagai the best itu, mulailah mencari type baru atau theme baru yang dalam teorinya disebut Preemption-Pioneering. Jadilah pencetus awal lagi. Jadilah pionir produk-produk baru yang lebih baik dari sebelumnya. Cape dan mahal? Pasti…tapi dengan cara tersebut, anda akan jadi trendsetter dan konsumen akan menilai anda lebih baik dibanding kompetitor karena anda adalah pencetus awal. Anda akan dihargai lebih oleh konsumen karena anda akan menelurkan (kayak ayam saja bertelur wkkk) produk baru yang lebih baik.

Ok, siaaaap pak Heru…saya akan buat type baru yang lebih baik. Tapiiii kalau ditiru lagi bagaimana? Biarin saja. buat saja yang lebih baru dan seterusnya, saya jamin lama-lama konsumen akan muak dengan perumahan yang selalu meniru anda dan anda. Dan anda tahu gak? Semakin anda ditiru semakin anda terkenal. “Oooooo perumahan X meniru perumahan Y, pantas kerjaannya gak bagus-bagus amat, lha wong niru” Ok? Anda sebagai pemilik perumahan Y pasti akan lebih terkenal.  Mata konsumen khan gak buta he he retak rambut aja mereka lihat wkkkkkkk.

Berkali-kali saya ditiru dan mirip bahkan sangat mirip, saya cuekin saja-lah. Ngapain dipikirin he he. Kita buat lagi saja type baru dan fokus ke type baru. Kalaupun type lama masih kita pakai juga gak problem, lanjuuut terus. Mungkin suatu saat saya juga meniru wkkkkk.

Jadi kejarlah daku kau kutangkap? Gak-lah, saya udah cape dikejar-kejar cewe cakep, mau istirohat dulu wkkkkkkkkk.

Tinggalkan komentar

Filed under Manajemen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s