SELALU BUAT DUA PILIHAN

Koq selalu buat dua pilihan? Apa gak salah? Kasih saran koq yang gak bener…wkkkkkkkk. Eits, jangan salah dulu. Maksud saya adalah selalu posisikan diri anda untuk memiliki dua pilihan. Sukses atau gagal. Weits, ya saya pilih sukses dong kalau begitu he he. Ok, tapi ada syaratnya khan?

Tulisan ini saya buat terinspirasi waktu saya kerja di Batam sebagai konsultan. Sebagai arsitek tentu saya punya partner orang sipil atau tukang insinyur kayak si Doel, cuma yang ini namanya Poltak, bukan raja minyak, meskipun mukanya berminyak dan sering timbul jerawat wkkkkkkkk. Saat itu kondisi sebagai konsultan apalagi freelance selalu menghadapi kondisi kemungkinan tidak terbayar. Apalagi klien-nya tersebar mulai dari orang Singapore, Malaysia, Philipina sampai bule Australia ditambah petualang-petualang dari negeri sendiri wkkkkkkk.

Dalam kondisi seperti ini, teman saya si raja minyak eh muka jerawat ini selalu pesimistis. Pikirannya selalu bercabang antara malas mengerjakan atau rajin mengerjakan pekerjaan sambilan tersebut. Karena pikirnya semuanaya akan berujung pada ‘tidak terbayar’. Berpuluh-puluh pekerjaan bertumpuk karena kebimbangannya tersebut. Dan kerjaannya tiap hari adalah mematikan HP, ya betul HP dimatikan. Saat itu belum ada Blackberry, adanaya HP Nokia sejuta umat atau Ericsson, belum gabung sama Sony tuh si Ericsson. Kenapa? Ya iyalah, malas dicari orang, padahal khan orang tersebut mau ngasih uang wkkkkk ya kalau ngasih, kalau ngemplang? Wah gak tahu tuh..

Tapi sayapun memaklumi sikap teman saya si Poltak ini karena bukan sekali dua kali kliennya ngemplang setelah kerjaannya diselesaikan lari entah kemana, susah dihubungi dll. Maklum saat itu Batam kayak di Texas kali, orang gampang lari sana sini. Sebentar ngendon di Singapore, sebentar di Malaysia, sebentar di Bintan dll.

Kasihan karena si Poltak ini kerepotan dengan mematikan HP dan menghindar, kita coba berdiskusi. Begini cui kata saya, kalau kamu selalu menolak diberi kerjaan, itu sama saja kamu membuat diri sendiri hanya memiliki satu pilihan yaitu TIDAK DIBAYAR. Ya iyalah, kalau kerjaan gak disentuh apa yang mau dibayar dan siapa juga yang kurang kerjaan mau membayar teman saya ini he he. Ok, sekarang kalau kamu kerjakan pekerjaan tersebut. Saya juga gak jamin itu akan dan pasti dibayar oleh klien kamu, jujur aja kamu khan sudah puas ngalami kerjaan dikemplang kayak gitu. Tapi minimal saat kamu selesai kerjakan pekerjaan itu kamu ada dua pilihan DIBAYAR atau TIDAK DIBAYAR. Dua pilihan inilah yang akan membedakan. Dengan adanya dua pilihan ini peluang kamu untuk DIBAYAR otomatis muncul 50%, beda dengan saat kamu tidak mengerjakan pekerjaan tersebut, peluangnya adalah 0%.

Well, memang kondisi ini sering terjadi pada kita. Sering kita malas untuk mengerjakan sesuatu karena sudah terbayang kemungkinan terburuk yang muncul. Hal inilah yang membuat kita malas untuk mulai melangkah. Apalagi jika kita pernah gagal dalam melakukan pekerjaan tersebut. Hambatan inilah yang seharusnya coba kita singkirkan. Kegagalan akan tetap sebagai kegagalan, tetapi tidak sepantasnya menutup peluang kita untuk maju kedepan. Sorry, saya tidak mengutip kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Karena ternyata ada hambatan psikologis saat kita gagal. Kalau kita bisa singkirkan hambatan psikologis ini maka kita ada peluang untul lebih sukses kedepannya.

So…jangan buat hidup kita hanya memilii peluang untuk GAGAL. Tapi buatlah hidup kita memiliki peluang untuk SUKSES atau GAGAL. Hamabtan untuk kita melangkah karena ketakutan untuk GAGAL sebenarnya adalah KEGAGALAN itu sendiri.
Weks…tambah bingung atau tambah ngerti? Wkkkkkk ya sudahlah

Bedeway setelah diskusi tersebut, teman saya si Poltak tidak lagi mematikan HP-nya, karena sudah cukup berani untuk menghadapi kondisi antara gagal dan sukses.

Selalu buat dua pilihan untuk diri kita

2 Komentar

Filed under Motivasi

2 responses to “SELALU BUAT DUA PILIHAN

  1. Manztaph bro Heru…. sangat menginspirasi!!
    bedewey, boleh kenalan dg poltaknya ga… mau order kerjaaan, biar bisa ga bayar. hehehe..

  2. Makasih unie…wah sayang si Poltak sudah jadi bos untuk dirinya sendiri wkkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s