KOLEKSI SERTIFIKAT TANAH

Tentu bukan hal yang aneh kalau seseorang hobby mengkoleksi seuatu. Tentu karena kekaguman dan kecintaan mereka terhadap sesuatu barang. Mulai dari kolektor buku, kolektor motor antik, kolektor mobil sport, kolektor sepeda antik, kolektor kamera foto, kolektor perangko, sampai kolektor istri…wkkkkkkkkk. Pokonya semua benda yang dicintai dan dikagumi bisa dikoleksi asal punya uang yang cukup. Kadang kolektor tersebut berburu sampai tidak kenal waktu, batas negara dan jumlah dana yang dikeluarkan. Pokoknya asyiiik deeeh…

Lha terus apa hubungannya dengan judul diatas? Apa mentang-mentang kita pelaku bisnis property terus koleksinya sertifikat? Wkkkkkkkk. Tentu tidak, saya mau berbagi pengalaman yang baru saja saya alami dengan rekan atau mitra kerja saya. Begini ceritanya…langsung saja kita ke Te Ka pe…

Akhir tahun, dengan bersemangat teman saya menunjukan satu lokasi di daerah Cibubur yang akan dijula tanahnya. Kebetulan tanah tersebut ditawarkan cukup murah. Dari harga rata-rata sekitar 1 juta/m, tanah tersebut ditawarkan cuma 750 ribu/m dan setelah dinego habis-habisan oleh teman saya didapat harga tanah tersebut cuma 575 ribu/m…apa gak bikin ngiler? Bayangin, dari harga tanah saja akan didapat keuntungan 425 ribu/m…what’ a bussiness…

Cerita pun bergulir, setelah disurvey lokasinya memang ciamik, tidak jauh dari perumahan Mahogany yang mewah tersebut. Waaah sudah terbayang bentuk perumahan apa yang akan dirancang. Investor? Dari hasil cari sana bujuk sini ngomong sana lirik sini wkkkkk didapatlah Investor yang bersedia mendanai pembelian lahan dan memberikan modal kerja. Tentu karena lokasinya sangat ciamik dan membuat Investor langsung percaya kalau proyek akan lancar jay. Weits…mantap, tahap awal terlewati sudah. Kontraktor? Teman yang biasa kerja perumahan mewah sudah siap bantu dengan harga bersaing. Perfecto….Konsumen? teman saya sudsh mengantongi calon konsumen dari sekitar Cibubur yang notabene memang konsumen berkualitas, berpangkat dan berpengaruh…Cuocok pokok-e

Akhir tahun terburu-buru mau akad jual beli tanah tersebut, semua sudah siap. Investor siap, pemilik tanah siap, notaris siap. Tapi entah karena hal kecil yaitu waktu yang mepet, akhirnya transaksi terpaksa diundur di awal tahun.

Pengecekan sertifikat dilakukan oleh notaris, mantap, asli, tidak bermasalah, tidak ada kendala berarti. semua clear. Makin mantaplah kita melakukan akad jual beli. Hari sudah dipilih, notaris sudah dipesan, waktu sudah diluangkan, kantog Investor juga sudah disiapkan he he. Pada hari H terjadilah transaksi jual beli lewat notaris, PPJB ditanda tangani dulu, karena pajak masih harus menunggu penetapan di awal Pebruari, penjual dibayar lewat transfer bank. Clear? Siap beraksi?

Satu hari lewat…persiapan proyek…dua hari lewat…Duaaaaaar….

Ada masalah besar, saat sertifikat akan didaftar untuk dipecah di BPN, muncul gugatan dari Pihak Ke-3. terpaksa karena adanya gugatan sertifikat diblokir oleh BPN sambil menunggu keputusan gugatan tersebut. Waduuuuuuh cilaka 12…

Impian yang terbangun megah terhapus sudah. Bayangan untung segunung sudah menggelundung entah kemana. Akhirnya meeting dadakan diadakan dan kesimpulannya proyek dipending, sampai masalah bisa diselesaikan. Beruntung ada klausul yang dicantumkan bahwa apabila ada gugatan atau tanah bersengketa maka akan menjadi tanggung jawab penjual. Selesai masalahnya? Ternyata tidak, sore hari Investor memutuskan menghentikan kerjasama dan meminta uangnya kembali semua.

Dengan adanya klausul tersebut maka proses pengembalian berjalan lancar. Teman saya semoat protes kepada Investor kenapa memutuskan untuk ‘quit’ karena merasa proyek masih bisa diselamatkan asal gugatan tersebut diselesaikan.

Saya coba jelaskan ke teman saya. “Ok, gak cuma kamu yang kecewa. Kita semua kecewa, investor kecewa, pemilik tanah kecewa, kontraktor kecewa, bahkan notaris juga kecewa. tetapi ini adalah proses yang sangat krusial” lanjut saya. ‘tapi khan masih bisa diselesaikan, gugatan tersebut kita lawan saja, khan gak ada masalah, itu hal biasa di proyek, kenapa investor meutuskan cabut?”. Sambil mencoba meenangkan teman saya yang emosi sya lanjutkan ” Ok, kalau kamu memang merasa itu bisa diselesaikan. Berapa lama kamu bisa selesaikan gugatan tersebut? Terus apa jaminannya kalau gugatan itu tidak bisa selesai?” Teman saya terdiam, saya nyerocos lagi he he “Kepastian bisa mengerjakan proyek adalah yang utama, kalau ada gugatan dan proyek pending itu sama saja bohong, kita menguasai sertifikat tapi tidak bisa beraktifitas”Teman saya terdiam, lalu pelan-pelan tangannya mengambil es teh manis dan meminumnya…sluuurp..”Betul juga sih omonganmu”..Batal deh kita develop di Cibubur, tapi it’s ok…pengalaman akan mejadi guru terbaik

Rekan property, legalitas proyek adalah hal paling utama yang bisa menjamin kelancaran proyek dari gangguan pihak lain, perijinan lengkap, tidak sengketa, sertifikat beres adalah hal mutlak. Jadi percuma seperti kasus kita ini, pegang sertifikatnya tapi tidak bisa berkatifitas. Lama-lama kita jadi kolektor sertifikat. Bukan jadi developer lagi he he

Pastikan legalitas rekan property lengkap dan benar untuk kelancaran proyek

Tinggalkan komentar

Filed under Legal dan Perijinan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s