LOVE AT THE FIRST SIGHT

Cieeeeee judulnya pakai bahasa Inggris…siap-siap go international wkkkkkkkk. Semua yang pernah muda pasti tahu kalimat diatas, eh emang ada yang langsung tua ya? Yups…terjemahan bebasnya “cinta pada pandangan pertama”…mantap ya, sekali pandang langsung jatuh cinta, tapi ada lho yang dipandang-pandang sampai mata belekan gah jatuh cinta juga wkkkkkkk . Maka beruntunglah yang ‘jatuh cinta pada pandangan pertama’ minimal ngirit obat tetes mata wkkkkkkk.

Terus apa hubungannya sama bisnis property? Tenang aja, khan udah disebutin di tulisan terdahulu, anjing ngejar kucing aja bisa dihubungkan ama dunia property wkkkkkk Heru getooo loh….Begini rekan property, dalam bisnis development, khususnya perumahan adalah hal yang sulit langsung mewujudkan perumahan dalam waktu singkat…dibuka perumahan…jreeeeng…jadilah hunian yang rumputnya hijau, mewah dan asri dengan burung berkicau…susah. Yang ada adalah jreeeng dibuka perumahan dengan tanah penuh debu, rumput liar, ular dan harimau berkeliaran wkkkkkkkk. Gaklah, paling tanah berdebu sama semut atau kalajengking aja. Terus pelan-pelan jalan dibangun, rumah contoh dibangun dst. beberapa waktu kemudian rumah contoh siap tapi lingkungan juga belum rapi dll. Intinya adalah ada proses pembangunan hingga terwujud hunian sesuai konsep yang ditawarkan oleh kita sebagai developer.

Lama ya? Emang lama buat perumahan, buat kue bolu aja juga lama tuh ngukus-nya, belum lagi kalau gosong wkkkkkk (eh emang ada kue bolu gosong?). Kalau dari kacamata kita sebagai developer tentu proses tersebut tidak bisa dihindari dan waktu terasa singkat karena kesibukan yang menggunung. Tapi dari perspektif calon konsumen yang beragam tingkat apresiasi dan kesabarannya, tentu akan berbeda. Ada yang sabar dan percaya nantinya hunian akan seindah brosur aslinya wkkkkkk. Tapi ada juga yang gak punya visi kearah sana dan tidak sabar menunggu, akhirnya memutuskan tidak beli. Bukan cerita baru kalau kita dengar keluhan dari marketing yang bilang “Padahal harga dan lokasi serta fasilitas hampir sama, koq konsumen milih beli di lokasi kompetitor?” begitu ditanya apa beda dan kelebihan kompetitor? ” Yaaah hampir sama sih, cuma disana sudah dibangun 17 rumah, dua unit sudah dihuni, taman dan jalannya sebagian sudah jadi, ada satpam berkumis tebal…kalau kita khan masih progress rumah contoh, itu aja kontraktornya angot-angotan bla bla bla”.

Langsung ketahuan kalau konsumen terutama yang siap dan sudah punya perencanaan jauh-jauh hari sebelumnya untuk hunting rumah cenderung memilih perumahan yang sudah “jadi” dalam artian bentuk dari perumahan itu nantinya sudah bisa dibayangkan. Sudah ada rumahnya, jalannya, satpamnya, tamannya, lampu jalannya, penghuninya, suasananya dll. Waaaah ketahuan nih rahasianya…lanjuuuuut

Menilik hal diatas, maka saya sarankan untuk memberikan gambaran nyata mengenai kondisi perumahan anda nantinya dalam bentuk “contoh”. Jadi tidak melulu rumah contoh tetapi semuanya sebisa mungkin juga harus ada contohnya. Jadi konsumen akan langsung mengalami syndrom “love at the first sight”. Mantap khan kalau langsung jatuh cinta…pasti beli dah wkkkkk.

Apa langkah-langkahnya supaya bisa terbentuk perumahan yang bikin ‘love at the first sight‘ ? Simak proses berikut ini :
(1) DISAIN YANG MENDUKUNG
Sudah pasti namanya “love at the first sight” mengacu ke melihat “wajah”. Lha wajah dari perumahan itu apa? Tentu saja gerbang, boulevard, taman dan rumah paling mewah atau paling bagus. Coba anda bayangkan kalau itu dibalik-balik, pintu masuk gak ada gerbang, jalannya kecil, tamannya gak ada, rumahnya type paling jelak…menarik gak? Tidaaaaak saudara-saudara. Jadi tahap awal adalah design dibuat sebagus mungkin dengan penataan gerbang, taman, fasos fasum unggulan, dan rumah paling cantik adalah di area depan atau prime location dan penataan seindah mungkin.
(2) BUAT SEMUA ITEM CONTOH
Punya rumah contoh sudah bangga? Jangan keburu bangga dulu, kalau jalan depannya jeblok banyak lumpur, cacing, kadal, buaya, dinosaurus…ya rumah contohnya gak menarik lagi. Jadi buatlah tidak sekedar rumah contoh, tapi juga jalan contoh, kanstin contoh, taman contoh, gorong-gorong contoh, lampu jalan contoh dan tidak lupa gerbang. Ingat anda hanya disarankan membuat contoh dalam artian lokasi harus didepan sehingga menghemat biaya karena tidak perlu membangun infrastruktur sampai belakang.
(3) BUAT SUASANA HUNIAN TERASA
Ok, semua sudah dijalankan, ada semua item contoh yang hadir di proyek anda yang tentunya ini menempati lokasi terdepan. Langkah berikutnya adalah menghidupkan suasana perumahan anda, dengan menenpatkan penjaga keamanan, kebersihan, dan keindahan atau taman. Tidak lupa suasana malam juga dibangun dengan deretan lampu jalan atau taman yang mempesona. Kalau anda beruntung akan ada konsumen yang membeli rumah ready stock dan mau tinggal di perumahan anda. Tapi hal ini biasanya muncul setelah konsumen merasa yakin perumahan anda aman dan nyaman untuk ditinggali.  Berarti faktor satpam atau penjaga keamanan sangat vital untuk menarik minat konsumen untuk secepatnya pindah rumah ke perumahan anda.

Dengan ketiga langkah tersebut diatas, diharapkan imajinasi konsumen mengenai “seperti apa jadinya perumahan ini” akan terjembatani dan memudahkan konsumen mengapresiasi perumahan anda. Pertanyaan selanjutnya pasti adalah ” Pak Heru, ngapain buru-buru dan repot bikin semua itu, toh cepat atau lambat semua perumahan pasti juga akan menuju ke arah sana, sekian bulan lagi ada rumah, sekian bulan lagi ada jalan, taman, satpam dan sekian bulan lagi ada yang pindah, kenapa buru-buru? Setahun dua tahun juga terpenuhi semua tuh. Bikin repot dan biaya saja….betul gak?”

Aaaah paling saya jawab ” Konsumen sama aja dengan duit. Kamu mau duit datang cepet atau lambat?”

Bikin repot saja, emang “love at the firts sight” bikin repooooot…eh gw dulu love at “the first sight” apa at “the first fight” ya? Lupa…

Tinggalkan komentar

Filed under Marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s