PUTUS URAT SARAF

Wah jangan ngomong yang gak-gak dong…ntar putus beneran wkkkkkkk. Rekan property, judul pagi ini emang seperti biasa ngeri-ngeri gimana gitu wkkkkkk. Sesuatu banget….

Sambil sarapan di KFC Bandara, buka-buka laptop dah. buat persiapan Workshop sehari mengenai Survey dan Negosiasi yang rencananya diadakan di Depok tanggal 4 Pebruari ini. Pas ngopi lihat status teman yang kayaknya cocok dengan tema pagi ini.

Rekan property pernah gak merasa putus asa? Pasti pernah-lah wkkkkkk mulai dari cari pacar yang gak dapet-dapet sampai nabung buat beli Ipad 2 gak cukup-cukup juga duitnya wkkkkkkk. Jiaaah koq yang gitu-gitu bikin putus asa, gw dong putus asa karena gak dapat-dapat proyek wkkkkkk.

Yup, kadang kita merasa putus asa karena sudah berusaha dengan sekuat tenaga tetapi boro-boro ada “chance”…bayangan dapat tanah aja jauuuuuuuuh. Belum lagi kepikiran mengelolanya…weeeks…hidup sedemikian sulit wkkkkkkkk. Wajar, sangat sangat wajar menurut saya. Siapa sih yang gak putus asa saat melakukan survey lahan gak dapat-dapat, ada saja kendalanya, dari yang lahannya jelak, harganya gak masuk, pemilik tanahnya kaku, makelarnya menggila dll. Kadang sudah semua kriteria terpenuhi, harga masuk, lokasi bagus, pemilik OK, makelar clear…eh investornya gak mau…pusiiiiiiing.

Ditambah kalau denger kabar di milist si Anu dapat lahan lagi, si Anu proyeknya nambah lagi, si Anu dapat investor 5 Milyar dll. Tambah pusiiiiiiing wkkkkkk. Kadang dongkol juga, kenapa bukan gw yang dapat proyek…kenapa bukan gw yang dapat lahan…kenapa bukan gw yang dapat investor dll.

Tenang cui, anda berada diantara sekian ribu bahkan mungkin juta person yang memang kesulitan mendapatkan atau memulai proyek property. Kenapa susah? Ini kita akan saya bahas diartikel lain, berhubung ini terkait motivasi saya akan bahas mengenai soal semangat mendapatkan proyek.

Keep on moving, terus bergerak. Ya ini saya pelajari dulu banget pas saya masih muda. Wkkkkkkk pernah muda juga ya saya? Ini juga kita akan bahas lain artikel saja soal saya pernah muda apa kagak wkkkkkk. Terus bergerak, ya terus bergerak. Saya jadi ingat dulu pas kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota Semarang, saya menyukai olahraga mendaki gunung, kenapa? Soalnya ini olahraga yang entry point-nya paling gampang. Cukup modal ransel, jaket, senter, indomie beberapa bungkus, sepatu olahraga bahkan kadang sendal jepit juga ok, sedikit uang buat ongkos angkot, voilaaaaaa…jadilah anda pendaki gunung ‘kere’ wkkkkkkkkk. Jangan takut, dengan bekal seperti diatas anda sudah bisa jadi pendaki beberapa gunung yang tergolong ramah buat pendaki ‘kere’ seperti itu. Tetapi kalau anda mencoba mendaki Everest dengan modal seperti itu, anda paling cuma sampai pelabuhan Tanjung Mas wkkkkkkk, gak ada ongkos buat naik kapal ke Tibet wkkkkkkkk.

Nah dengan modal seperti itu-;ah saya menikmati petualangan jadi pendaki gunung. Gak perlu modal banyak, mobil atau peralatan mahal lainnya atau tampang keren untuk jadi pendaki gunung. Bahkan semakin kucel tampang anda semakin anda dikira pendaki senior wkkkkkkk. Kucel dan senior karena mencari jalan pulang turun gunung gak ketemu-ketemu wkkkkkkkk.

Apakah saya cukup terkenal sebagai pendaki yang hebat? Harap anda tidak kecewa, ternyata tidak wkkkkkkk. Disaat pendaki lain punya kemampuan untuk melakukan tracking atau mendaki dengan cepat karena memang fisiknya kuat dan terlatih. Saya malah terkenal sebagai pendaki yang lumayan lambat. Eits jangan meremehkan dulu. Lambat tetapi cepat. Koq bisa?, yoi cui…disaat pendaki lain dengan cepat mendaki sampai capai terus beristirahat cukup lama bahkan tiduran, saya cuma bisa mendaki dengan lambat tetapi terus terusss terussssssss. Minum sambil jalan, beristirahat pun sambil berdiri, dan terus meneruskan jalan, bahkan jangan-jangan sayapun tidur sambil jalan wkkkkkkkk. Kaya kelinci Energizer wkkkkkkk. Betul, tepat sekali kalau anda membayangkan pertarungan mendaki saya dengan pendaki cepat tadi mirip lomba lari kura-kura dan kelinci … sangat tepat. Kelinci meloncat-loncat cepat dan sering berhenti sementara kura-kura berjalan terus teruss dan terussss. Coba tebak, sampainya duluan siapa? Ternyata sama wkkkkkkkk

Rekan property, anda mungkin bukan type pebisnis cepat atau beruntung, yang dengan cepat dapat lahan, dapat investor, dapat channel, dapat konsumen dll. Jangan pesimis dulu. Anda mungkin bisa meniru cara saya mengalahkan atau mengimbangi pendaki cepat tadi, yaitu dengan terus berjalan terus dan terus. Berhenti sebentar, jalan lagi dan seterusnya. Apa yang saya lakukan supaya saya bisa seperti itu? Saya berusaha memutus saraf capai di otak saya dengan saraf motorik di kaki saya, waaaaks. Tenang saja itu cuma kiasan saja, disaat otak saya bilang capai dan pengin istirahat, saya berusaha tidak meneruskan dengan duduk beristirahat dan berleha-leha atau tidur, tetapi hati saya menginginkan kaki untuk tetap berjalan, maka hasilnya ya tetap berjalan. Seolah-olah saraf saya putus antara otak dan kaki wkkkkkkkk. Ups jangan putus betulan dong wkkkkkk.

Rekan property bisa mencobanya disaat putus asa koq. Disaat otak kita sudah bilang “enough” saya capai. Usahakan semua anggota tubuh terutama hati masih berkeinginan untuk survey lahan ke seribu sekian, ketemu investor ke seratus sekian, membujuk pemilik lahan ke sejuta sekian wkkkkkkkk. Terus terus dan terussssss. Keep on moving. Lawan ketidak cepatan anda dengan terus bergerak. Lawan ketidak beruntungan anda dengan terus bergerak. Jangan berhenti. Hasilnya? Lihat aja sendiri…..

Jadi bagaimana? Siap untuk bergerak? Let’s goooo…start your engine breeeeeemmmmmm

(tulisan ini saya dedikasikan untuk unie ida yang keep on moving selama sekian lama demi mewujudkan cita-citanya jadi developer property, keep on moving unie…)

Tinggalkan komentar

Filed under Motivasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s