SUCESS COME TO A PERSON WHO READY TO SUCCESS

Ini tulisan yang kesekian pakai judul bahasa Inggris. Kebiasaan jelek ya? Maklum aja, saya masih keturunan Kunci Inggris ama Garam Inggris terus Kecap Inggris wkkkkkkkkkk.

Eh satu lagi, meskipun ini tulisan motivasi, saya berharap anda jangan menuduh kalau saya adalah adiknya Mario Teguh, itu pitnah pitnaaaaaah wkkkkkkk.

Apa sih kategori sukses? Kalau kata kamus Webster’s begini nih “The achievement of something desired, planned, or attempted “. Waaaaaa susah ya? Banyak teori dan banyak pendapat. Ok-lah supaya simple, kita bahas dari kacamata property saja. Sukses property tentu mampu develop lahan, perumahannya laku keras, proyek tambah banyak, karyawan atau team semakin profesional dan besar, dipercaya investor dan pemilik tanah, asset atau modal semakin banyak, terus? Kawin lagi…wkkkkkkk gak gak…yang terakhir jangan dimasukin ke hati ya, masukin ke sarung aja wkkkkkkkkkkk.

Gambaran diatas adalah sekelumit kriteria mengenai yang disebut sukses di property, mungkin lho ya. Kalau ada pakar property berpendapat lain ya gak papa, gak akan saya tuntut koq..wkkkkkkkk. Santai aja cui….

Rekan property, pernah gak mengalami stagnan dalam sukses? Perasaan saya koq gitu-gitu aja, perasaan koq saya gak pernah beranjak dari posisi ini, sukses sih lumayan..tapi koq gak kayak yang lain suksesnya? dll. Kadang kalau sudah mengarah ke stress tingkat tinggi berujung pada celaan ke pihak lain “ah si A khan sukses karena dekat ama bla bla bla”…”ah pantas saja si B sukses, ada yang modalin gede banget, kalau modal segede gitu sih saya juga bisa”….”ah…” …”ah…” seribu ah ah ah yang lainnya. (eh koq pakai ah ah ah sih, perasaan jadi gak enak nih?)

Kalimat itu terlontar karena kita tidak bisa memahami kenapa sukses kita terhambat atau jalan perlahan atau bahkan stop sama sekali. Kita cenderung melakukan pembelaan diri dengan menyalahkan pihak lain atau minimal membuat ketidaksuksesan kita dimaklumi karena satu lain hal.

Saya tidak akan membahas mengenai keberuntungan atau nasib baik pihak lain. Saya akan coba membahas kesiapan rekan property untuk sukses. Sebenarnya anda siap gak sih untuk sukses?

Wuih, pertanyaan sulit, sudahlah pagi belum sarapan, dikasih pertanyaan kayak gini wkkkkkk.

Sebenarnya sebagian besar sukses terjadi karena kesiapan kita untuk sukses. Kalau melihat deretan biography orang sukses mulai dari Toyoda, Steve Jobs sampai bahkan Ical atau Aburizal Bakrie. Ada satu benang merah yang bisa ditarik, yaitu mereka sebenernya ‘ready for success’. Mereka siap untuk menjadi sukses, dengan cara apa? Tentunya dengan cara lebih profesional dan lebih berpengalaman dalam menangani pekerjaan mereka lewat serangkaian kerja keras. Ok-lah kita pisahin aja kalau ada pendapat mereka jenius, berbakat dsb. Tapi tetap saja mereka mempunyai kemampuan melebihi profesional apapun alasannya dengan cara kerja keras.

Rekan property, kerja keras adalah kata kuncinya. Woooow…kenapa gak kerja cerdas saja mas? Apa karena bakat? Karena Keberuntungan? Silahkan, tapi menurut pemikiran saya… bakat, jenius ataupun cerdas bahkan keberuntungan tidak semua orang memilikinya. Betul gak? Tapi kalau kerja keras, semua orang bisa memulainya.

Sederetan orang yang sukses di dunia ini mengakui kerja keras adalah kunci keberhasilan mereka, mulai dari Michelangelo, Benjamin Franklin, Thomas Alfa Edison, Michael Jordan, Tiger Woods sampai Steve Jobs juga mengawali keberhasilan dan sukses mereka dari kerja keras. Hampir semua orang  tahu Edison menemukan lampu setelah peercobaan yang kesekian ribu, apa itu gak kerja keras namanya? Masih ingat Boris Becker? Petenis Jerman terkenal tersebut sukses karena berlatih tenis dengan keras bahkan di musim dingin sekalipun.

Rekan property, siapkah anda untuk sukses? Apakah anda telah bekerja keras untuk siap menjadi orang sukses? Sebagian dari kita sudah menganggap apa yang mereka capai sudah maksimal. Sehingga kemampuan dan kesiapan mereka untuk sukses sangat terbatas. Mereka malas menambah pengetahuan mengenai property karena merasa sudah jadi bagian dunia property. Merasa kesuksesan orang lain akan gampang dicapai dll.  Pertanyaannya adalah, dengan kemampuan yang terbatas tersebut, apakah anda yakin apabila ada opportunity datang bisa anda handle dan kelola dengan baik? Sebagai contoh, apabila detik ini datang seorang pemilik tanah menawarkan tanah puluhan hektar untuk dikerjasamakan dan ada investor membawa puluhan milyar untuk modal kerja, apakah anda siap untuk meng’handle’nya? Atau anda tergagap-gagap dan sibuk kesana kemari mencari partner karena merasa pengalaman dan pengetahuan anda tidak cukup untuk mengembangkan lahan seluas itu dan modal sebesar itu? Sampai dimanakah kesiapan anda? Jika jawabannya adalah tidak, apakah anda akan menyalahkan orang lain untuk kegagalan yang sebenarnya adalah berawal dari ketidaksiapan anda?

Itu baru satu contoh, masih banyak varian lain yang sebenarnya kegagalan atau ketidaksuksesan adalah berawal dari anda sendiri. Apakah anda sadar bahwa si A yang sukses karena kedekatannya dengan pihak pengambil kebijakan mungkin saja sangat menguasai ilmu property dari hasil kerja kerasnya belajar ilmu property dan si pengambil kebijakan kagum dengan pengetahuannya tersebut, atau si B yang didanai oleh investor kaya mungkin saja bisa membuat decak kagum sang investor karena pengalaman dan kerja kerasnya selama ini bergelut di dunia property, atau si C yang mungkin saja kerja keras fokus dikerjaan property-nya sehinga menarik minat pemilik tanah dsb.

Jadi kalau anda mengeluh sudah surey lahan sampai capek belum dapat juga, belajar property dari seminar atau workshop sudah malas, kumpul sama teman developer sudah ogah, diskusi membahas proyek sudah alergi dll. Saya rasa anda belum memahami arti kerja keras tersebut. Ingat, ada rekan property yang baru dapat proyek setelah survey lahan lebih dari 50 lokasi, ada rekan property yang sukses menggaet investor setelah presentasi proyek lebih dari 30 kali dan masih banyak cerita mengenai kerja keras lainnya.

Persiapkan diri anda untuk sukses dengan serangkaian kerja keras yang tentunya akan berujung pada profesionalisme yang semakin meningkat, dan pada akhirnya anda siap untuk menjadi orang sukses. Fokus dikerjaan anda, belajar menambah pengalaman, belajar menambah network, belajar menambah ilmu, belajar menambah referensi proyek dsb. Persiapkan diri anda sebaik mungkin, sehingga apabila ada opportunity yang lebih besar datang, anda sudah siap. Belajar, belajar dan belajar. Dan pada akhirnya kesuksesan sebagai developer property pasti akan anda dapatkan.

Jadi apakah anda siap untuk sukses?

Tinggalkan komentar

Filed under Motivasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s