FEEL EASY – THINK HARD – GREAT ACTION

Waaaah ini artikel yang kesekian yang judulnya pakai keju wkkkkkk alias bahasa Inggris…kebiasaan jelek. Sorry, soalnya kalau pakai bahasa Indonesia jadi panjaaaaaang dan lebaaaaar…ntar bosen, jadi pakai yang pendek2 aja ya..wkkkkk.

Apa sich sebenernya yang mau dibicarakan? Begini rekan property, yang saya tulis diatas adalah kunci sikap untuk memulai bisnis property. Wuih…kunci, kayak pintu aja ada kuncinya wkkkkkkk. Bener, kalau mau masuk dunia property khan mesti lewat pintu dulu..nah ini kuncinya, getooooo wkkkkkkkk

Ok, kita mulai saja. Saat mulai melakukan Workshop sekitar 2 tahun yang lalu. Sering saya berdiskusi dengan peserta WS, dan mereka rata-rata awam sekali dengan dunia property. Tapi semangat mereka sangat patut dipuji. Sebelum ikut WS yang kami adakan, mereka sudah menimba ilmu di beberapa pelatihan dan workshop yang bertebaran di negeri ini. Bahkan melebihi pelatihan yang pernah saya ikuti. Saluuuuut dan hebat. Bravo kawan-kawan eks WS PKP…semangat kalian sangat membanggakan…

Nah, dari hasil diskusi dengan mereka, dapat saya tarik satu benang merah bahwa mereka butuh satu kunci sikap bagaimana sebenernya cara memulai bisnis property yang terstruktur dan masif. Bukan sekedar keberanian yang bisa berujung pada kebingungan saat menjalankan proyek. Terlalu banyak gambling untuk satu ‘pekerjaan’ yang secara alamiahnya adalah penuh resiko. Padahal tugas kita adalah meminimalkan resiko yang mungkin timbul saat memulai bisnis baru.

Maklum, bikin nasi goreng aja gak gampang supaya dapat hasil enak, apalagi ini adalah membuat satu perumahan. Kalau cuma sekedar bikin nasi goreng tanpa embel-embel enak mungkin semua bisa, demikian juga bikin perumahan tanpa embek-embel sukses juga pasti gampang wkkkkkkk.

Lalu bagaimana sebaiknya sikap yang harus dilakukan supaya bisa memulai bisnis property yang aman? Saya rasa 3 kunci sikap ini bisa membantu supaya anda bisa memulai bisnis ini dengan lebih bertanggungjawab dan aman.

(1) FEEL EASY
Merasa mudah atay gampang, tapi bukan menggampangkan. Bisnis property secara alamiahnya adalah bisnis beresiko dan sulit dikerjakan. Adalah sangat tidak bertanggungjawab apabila kita ‘menggampangkan’ bisnis ini, ya gak? Tapi tentu kita juga gak mau karena susah dan beresiko terus kita ‘takut’ untuk memulai. Kapan suksesnya kalau gak dimulai? Betul? Maka sikap paling pas adalah ‘merasa mudah’…ingat, cuma merasa, tidak menggampangkan…ah gampang, itu tukang bakso aja sukses, itu gak belajar aja berhasil bla bla bla…ingat, jenius, keberuntungan tidak semua orang punya. Bersikap tidak menggampangkan akan lebih bertanggungjawab. Merasa gampang akan lebih membakar semangat dan menghilangkan ke-engganan untuk belajar bidang2 property yang kadang jauh dari basic ilmu atau pekerjaan yang kita kuasai. Jadi ‘feels easy’..akan membenahi sikap kita selama ini.

(2) THINK HARD
Setelah merasa gampang, sikap kita selanjutnya adalah think hard. Kita harus berpikir keras bagaimana supaya proyek ini berhasil dan sukses. Semua harus dipikirkan, mulai dari pemilihan lahan yang tepat, perjanjian kerjasam yang safety, pemilihan investor, action plan yang riil dan benar, pertimbangan kompetisi dengan pesaing, kerjasama dengan bank, marketing plan sampai persiapan launching dan skenario penyelesaian proyek….wuih..cape ya. Betul, semua harus dipikirkan dengan sebaik-baiknya, meminimalisasi kesalahan saat pelaksanaan. Kadang semua perencanaan tersebut tidak sekali jadi, tetapi harus diulang-diulang sampai bosan wkkkkkk. Tetapi apapun itu, perncanaan yang matang adalah sikap kedua yang harus dimiliki. Lebih baik capai di perencanaan tetapi mendapat kemudahan saat pelaksanaan, daripada sebaliknya

(3) GREAT ACTION
Ok, step terakhir. Setelah perencanaan matang dan perfect, tentu akan percuma apabila pelaksanaannya atau action-nya jeblok. Sia-sia dooong wkkkkkk….makanya action-nya juga harus great. Untuk menjamin supaya perencanaannya dieksekusi dengan sempurna. Caranya? Tentu dengan sikap memilih team yang cocok, memilih kontraktor yang sesuai, memilih bank yang sejalan, dan tidak lupa konsumen yang sesuai target market. Sikap menggampangkan pelaksanaan atau mendelegasikan full kepada pihak lain adalah sikap yang keliru. Kontrol yang lemah akan berujung pada kegagalan pelaksanaan. Demikian juga sikap menggampangkan pelaksanaan, semisal dengan asal memilih team yang tidak profesioanl, kontraktor yang titipan teman, konsumen asal dapat tidak disaring dsb. Juga akan berujung pada kegagalan pelaksanaan. Sikap untuk tetap fokus supaya pelaksanaan berjalan sempurna adalah sikap terakhir yang harus dimiliki untuk memulai bisnis ini.

Ketiga guidance tersebut saya rasa harus ditanamkan dengan baik, sehingga sikap yang menggampangkan bisnis ini akan berganti dengan sikap yang lebih bertanggungjawab yang tentunya akan lebih menjamin keberhasilan proyek. Mari jadikan bisnis ini yang secara alamiah adalah susah dan beresiko menjadi bisnis yang gampang, terencana dan terkendalikan dengan baik.

Masih mau bersikap menggampangkan?

Tinggalkan komentar

Filed under Manajemen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s