ARTISNYA CANTIK SEKALI

Pagi rekan property, udah bangun belum? Kalau belum, bangun gih…olahraga dikit terus minum kopi dan baca blog saya ini wkkkkkkkkk. Maknyus khan? Kopinya atau blog-nya? Dua-duanya aja ya…wkkkkk

Beberapa waktu yang lalu saya kebetulan main ke salah satu mall di bilangan Jakarta Selatan, karena ada meeting dengan salah satu klien saya. Biasa, urusan kerjaan diomongkannya di cafe..biar keren gitu loh wkkkkkkkk.

Sesampai disana kebetulan klien saya belum datang jadi saya putuskan jalan-jalan dulu menikmati suasana mall yang selalu ramai dan psssssst…kata-nya banyak dikunjungi artis yang cantik-cantik loh wkkkkkk. Cuma yang cantik? Yang ganteng ada gak? Wah maaf, saya gak ngurusi yang ganteng-ganteng…yang cantik aja wkkkkkkkkk.

Ternyata rumor tersebut betul, terbukti dari hadirnya satu bintang sinetron yang sangat cantik. Saya hapal karena bintang muda yang satu ini cukup lama menghiasi halaman koran dan media lainnya karena kasus melarikan diri. Wuih..saya sampai hapal ya? Wkkkkkkkk. Ya iyalah, soalnya berbulan-bulan beritanya itu-itu saja…gimana hak hapal wkkkkkkk.

Sang bintang film dari kejauhan sudah terlihat dikerumuni beberapa ibu-ibu yang minta foto bareng dengan gaya yang dibuat cool. Buat kenang-kenangan atau dimasukin ke facebook, biar semua orang mengira sang bintang film itu temannya wkkkkkkk numpang tenar. Kalau ibu-ibu tanpa tedeng aling-aling langsung mendekat dan minta foto bareng, bagaimana dengan yang bapak-bapak termasuk saya? Eh saya bapak-bapak apa mas-mas sih? Wkkkkkkkkk

Ternyata yang bapak-bapak bersikap gak vulgar yaitu dengan sekedar lewat dan melirik penasaran. Demikian juga saya, saya cuma bisa lewat dan melirik sambil melihat…oooh hidungnya mancung…ooooh matanya indah…oooh kulitnya putiiiiiiiih kayak bengkoang wkkkkkkkkk. Selebihnya? Gak sempat lagi saya perhatikan, takut kelihatan norak kalau berhenti terus mengamat-amati sang bintang film wkkkkkkk.

Baru sebentar melewati sang bintang film, telpon saya berdering. Yup…klien saya sudah datang. Ok bye bye bintang film, saya mau diskusi kerjaan nih, sorry ya saya tinggal, sibuk nih soalnya wkkkkkkk.

Sampai di cafe kopi terkenal kami langsung membuka diskusi mengenai pemasaran produk klien saya, maklum buru-buru. Sambil menikmati vanilla late diskusi kami semakin seru. Ternyata klien saya mengeluhkan program promosinya yang kurang mendapat respon dari konsumen. Pemsangan billboard dan spanduknya setelah diukur dan dianalisa dengan jumlah konsumen yang datang ternyata sangat rendah respon-nya. Padahal klien saya merasa program promo yang dilakukan sudah cukup menarik dan banyak program promo yang ditawarkan. Ada apakah ini?

Saya coba tanya apalah pemasangan spanduk dan billboard dilakukan di daerah strategis? Apakah ada yang merusak spanduka atau billboard sehingga umur tayangnya pendek? Ternyata jawabannya sudah sesuai prosedur, billboard dan spanduk dilokasi bagus dan masa tayangnya panjang. Wah ada apa nih? Jangan-jangan materi promonya jelek?

Lalu saya minta klien saya menunjukan semua materi promo baik billboard ataupun spanduk. Jreeeeeeng…laptop dibuka…isinya gambar bintang film eh bukaaaaan, gambar billboard dan spanduk wkkkkkkk. Sebentar saya amati gambar dilaptop sambil menyeruput kopi dan mengernyitkan dahi…biar dianggap lagi berpikir keras gitu loh wkkkkkkk ntar kalau saya gak kelihatan berpikir keras saya gak dibayar dong wkkkkkkkk.

Alamaaaaaak…ternyata design billboard dan spanduknya sangat crowded. Karena perumahannya banyak keunggulan, semua ingin ditampilan dalam satu media. Bayangin, di spanduk tidak cuma terpampang nama perumahan nomer telpon, tapi juga program promo DP 0%, cicilan hanya sekian ribu, dekat pasar anu, dekat terminal anu, dekat sekolahan anu, beli sekarang dapat AC, beli besok dapat Ipad, gak beli tetep thank you, keamanan 24 jam, fasilitas kolam renang, lokasi strategis, ready stock, sertifikat sudah pecah, perijinan lengkap, kerjasama dengan bank anu dll sampai alamat perumahan juga tercantum. Tulisannya kecil-kecil, karena medianya terbatas tetapi materi yang dimasukan sangat banyaaaaaaaak. Wah ini spanduk dan billboard apa koran yaaaa? Wkkkkkkk

Rekan property, konsumen melihat spanduk atau billboard atau iklan promo lainnya sebenarnya mirip saat saya tadi melihat bintang film. Dengan keterbatasan waktu untuk melihat dan mengamati maka tidak akan banyak materi iklan atau promo yang menyangkut di otak kita. Seperti yang kita tahu, pemasangan spanduk dan billboard adalah di lokasi strategis yang ramai dilewati orang. Ya iyalah, supaya banyak yang lihat, naaaah dengan kondisi ramai tersebut, waktu calon konsumen untuk mengamati iklan anda cuma berkisar 6-10 detik selebihnya adalah nabrak mobil depannya wkkkkkkkk. Dengan kisaran yang sangat singkat, kira-kira berapa materi promo yang nyangkut? Yup..paling cuma 3-4 materi..selebihnya gak kebaca. Sama dong dengan lihat bintang film, cuma bisa lihat hidung, mata, kulit, bibir…selebihnya? Kalau kelamaan lihat bisa digaplok ama istri disebelah terus gak dikasih jatah wkkkkkkkkk.

Rekan property, apabila anda diminta memilih 3-4 item yang akan ditampilkan, apa saja kira-kira yang penting dari perumahan kita supaya informasi sampai ke konsumen? Yup..paling nama perumahan, nomer telpon, program promo. Karena ketiga hal itu yang paling penting untuk disampaikan ke calon konsumen. Lha terus keunggulan lainnya bagaimana? Tenang saja bro…kalau mereka tertarik dengan program promo anda, merak pasti akan telpon ke kantor pemasaran dan kesempatan saat telpon dapat anda gunakan untuk membujuk mereka ke lapangan, dan disaat mereka dilapangan, anda bisa membujuknya untuk beli sambil pamer keunggulan perumahan anda. Getooooo step-stepnya…ok? Jadi pastikan cukup 3-4 materi anda tampilkan dengan menarik dan tulis gede-gede supaya bisa kebaca. Ya iya-lah..kalau kecil-kecil gak kebaca gimana mau diperhatikan ama konsumen? Baru baca aja bikin siwer wkkkkkkkk baca lama-lama bisa bikin katarak wkkkkkkk lebih lama lagi anda bisa dituntut karena mengganggu ketertiban umum wkkkkkkkk. Iklannya bikin siwer dan bikin katarak yang berujung pada tabrakan beruntun wkkkkkk. Udah ah…serius dikit.

Jadi rekan property, rekomendasi saya ke klien adalah dengan cermat memilih materi apa yang kira-kira menarik untuk membuat konsumen tertarik dan mau menghubungi kantor pemasaran. Materi dibuat bagus dan bisa terbaca dengan mudah dan diingat oleh konsumen. Diharapkan dengan pengaturan seperti ini, pesan dan materi promo bisa lebih ditangkap dan direspon baik oleh konsumen.

Hasilnya bagaimana? Tadi pagi sih telpon katanya traffic konsumen yang menghubungi kantor pemasaran naik. Ok…siip-lah, jadi kapan kita ngopi lagi sambil saya mau ngecengin bintang sinetron? Wkkkkk.

Sudahkah anda mengatur materi promo anda lebih baik?

Tinggalkan komentar

Filed under Marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s