PERCAYA HANTU

Pagi rekan property, lagi ngapain nih? Kalau saya lagi makan indomie di pagi yang cerah ini..cocok banget wkkkkkkkk.

Ada apa koq pagi-pagi mau cerita hantu? Ah..siapa bilang saya mau cerita hantu, saya cuma mau ngobrol soal property koq? Lha koq ada judulnya hantu? Wkkkkkkk…apapun judulnya property bahasannya…waaaaah kayak iklan saja.

Rekan property, seperti yang kita ketahui masyarakat kita pada khususnya dan Asia pada umumnya sangat percaya dengan hal yang berbau klenik atau hantu, sementara masyarakat barat atau yang berpikiran barat semisal negara Eropa cenderung berpikir rasional saja dan kurang percaya klenik atau hantu. Secara umum gambarannya adalah seperti itu, pemakan padi percaya hantu sementara pemakan gandum tidak percaya. Anda makan apa? Wkkkkkkkkk…kalau sarapan anda nasi uduk biasanya percaya hantu, kalau sarapannya roti mungkin gak…wkkkkkk.

Kepercayaan ini akan berimbas pada perilaku, itu pasti. Karena kepercayaan pada klenik atau hantu, setiap kali ada kejadian aneh selalu dihubungkan dengan hal tersebut. Jadi tidak heran apabila ada kehebohan mengenai batu bertuah, harta karun gaib, bahkan hantu yang bergentayangan dll. Coba anda amati headline-headline koran, pasti anda akan bisa temukan beberapa kehebohan tersebut.

Pun demikian dengan kehidupan sehari-hari, apabila ada keanehan atau hal yang tidak biasa. Otomatis pikiran akan menghubungkannya dengan klenik atau hantu. Mungkin saat sekarang kepercayaan tersebut mulai terkikis pada masyarakat perkotaan tetapi tetap masih banyak yang percaya.

Hal yang tentu berbeda dengan masyarakat barat. Karena kepercayaan terhadap hal yang berbau klenik atau hantu itu tipis atau bahkan tidak ada. Cenderung pola pikirnya tidak akan mengkaitkan suatu kejadian aneh dengan klenik atau hantu.

Jadi kemungkinan saat orang barat dan orang timur melewati satu rumah tua malam-malam, terus ada bayangan asap putih tipis. Orang timur langsung teriak ‘ada hantuuuuu’….sementara orang barat cuma bergumam ‘ah asap rokok kog gede banget ya?’ Wkkkkkkkkkkkkkk.

Rekan property, kepercayan terkait dengan perilaku. Demikian juga kepercayaan partner kerja dalam bisnis property, baik itu pemilik tanah maupun pemilik modal terhadap anda. Semakin besar kepercayaan mereka terhadap anda, semakin baik atau tepat perilaku yang akan muncul.

Bukan hal yang baru yang kita dengar bahwa perumahan X bubar gara-gara konflik internal karena antar partner sudah saling gak percaya. Dan parahnya hal tersebut sebenarnya sudah dimulai saat proyek berjalan bukan diakhir atau ditengah proyek. Sangat banyak kasus seperti ini terjadi. Kenapa?

Karena kepercayaan partner kerja terhadap anda sebenarnya rendah, tetapi karena tergiur tebalnya profit yang akan dinikmati maka kerjasama dilakukan tapi lebih atas dasar profit itu sendiri atau uang. Nah, apabila terjadi proyek tidak running well, yang muncul bukan saling support untuk menyelesaikan masalah untuk kepentingan bersama. Tetapi saling tuding dan menyalahkan yang berujung pada konflik internal dan paling parah berujung pada berhentinya kerjasama atau proyek, bahkan bisa berujung ke ranah hukum. Waaaaaah runyam yaaaaa…

Terus, bagaimana cara menghindarinya? Rekan property, kerjasama adalah didasari oleh kepercayaan, dari tiga pihak yang bisa bekerjasama, pihak pemilik tanah, pihak pemilik modal dan pihak pemilik keahlian atau anda sendiri. Seharusnya kepercayaan yang timbul adalah seperti ini, pihak lain percaya pemilik tanah akan menyediakan tanah yang baik, bebas sengketa dll, pihak lain percaya pemilik modal akan menyediakan modal sesuai kebutuhan dan tepat waktu, pihak lain percaya pemilik keahlian akan mampu mengelola proyek sehingga penjualan, pembangunan dan keuangan akan lancar dan sukses. Itu adalah dasar dari kerjasama bisnis property. Karena kepercayaan ini maka semua pihak adalah sama kedudukannya dan saling menghormati. Kondisi ini harus tercapai saat akan dimulainya kerjasam tersebut.

Tetapi kenyataan yang muncul adalah kerjasama dilakukan saat kepercayaan antar pihak ini sebenarnya masih lemah. Sehingga perilaku yang muncul adalah justru kecurigaan dan ketidakpercayaan. Setiap langkah salah pihak lain akan dijadikan catatan untuk menyerang pihak tersebut. Kerjasama berubah menjadi saling mencurigai dan menjatuhkan. Akhir cerita tentu bisa dibayangkan, gak usah diceritain lagi wkkkkkkk. Sudah pada tahu semua….

Ibarat api dalam sekam, kerjasama yang tidak diawali dengan kepercayaan yang kuat tinggal menunggu kapan berubah jadi api. Terus kalau begitu bagaimana mengatasinya? Tentu anda harus memastikan di awal kerjasama, kepercayaan antar pihak sudah kuat. Bagaimana mendeteksinya? Seperti yang saya sebut diatas, kepercayaan adalah semua pihak adalah sama kedudukannya dan saling menghormati. Apabila saat diskusi ataupun pembahasan proyek, anda rasakan sifat untuk saling menhormati dan mendudukan semua pihak di level yang sama itu tidak muncul, sebaiknya anda tunda waktu untuk memulai kerjasama tersebut. Anda harus mengusahakan kepercayaan dan sikap tersebut muncul dengan serangkaian diskusi yang bisa menumbuhkan kepercayaan masing-masing pihak. Baru setelah kepercayaan dan sikap tersebut muncul anda bisa memulai kerjasama tersebut. Jadi bukan karena terburu-buru untuk memulai proyek yang berujung kerjasama dimulai dalam kondisi belum ideal.

Pastikan anda dan partner anda adalah kedudukannya sama, tidak ada yang lebih tinggi. Dengan kepercayaan yang terbangun diawal kerjasama, akan memudahkan anda mengelola proyek tersebut. Setiap permasalahan yang muncul akan disikapi dengan saling support. Kenapa saling support ini terjadi? Karena kedudukan anda dan partner sama tinggi. Kalau saling merendahkan maka yang muncul adalah sikap saling menyalahkan dan mencurigai.

Pastikan kepercayaan ini muncul saat anda memulai kerjasama.

Jadi apakah anda masih percaya hantu?

Tinggalkan komentar

Filed under Lahan dan Investor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s