KOPI MUAHAL DAN WUENAAAAK

Pagi rekan property, pagi ini saya memulai hari dengan secangkir kopi Starbuck…..weeeeh gaya banget wkkkkk. Biasanya juga kopi tubruk wkkkkkkkk ini malah kopi mahal tapi enak wkkkkkk.

Rekan property, semua tentu sudah hapal dengan Starbuck, betul, pelopor kopi mahal karena cuma jual suasana. Harga kopi jadi naik 10 kali lipat weleh-weleh. Padahal yang dijual cuma suasana, eh tapi emang kopinya enak koq. Bahkan sekarang malah sedikit bergeser jadi simbol gengsi, iyalah kalau minum di Syarbuck pasti orang kaya wkkkkk minimal bukan orang susah wkkkkkkk.

Kali ini saya gak akan bahas soal Starbuck-nya, tapi saya akan komparasi dengan dunia property. Yup…semua dihubungkan dengan property wkkkkk. Seperti yang kita tahu, peningkatan paling besar dari jenis barang yang hampir sama pasti terkait value. Betul, gak ada yanglebih kuat mengangkat nilai atau harga suatu barang selain value.

Value Starbuck apa? Pasti suasana-nya yang dibangun dalam ruangan cafe-nya. Sehingga konsumen merasakan experience atau pengalaman yang berbeda dari kebiasaan minum kopi selama ini. Cuma itu saja? Kalau anda berharap dengan cuma membangun cafe terus jualan kopi bisa jadi mahal, silahkan anda kecewa wkkkkkkk.

Starbuck menawarkan suasana dan experience, jadi tidak terbatas pada fisik bangunan atau enaknya kopi yang dijual. Kalau Starbuck mengandalkan itu saja mereka tidak akan sanggup menjual kopi dengan harga 10 kali lipat harga biasa, maksimal paling 3-4 kali lipat. Value dari experience-lah yang membuat mereka bisa menaikan harga diatas 10 kali lipat.

Rekan property, demikian juga dengan bisnis yang kita sukai ini. Kalau anda cuma menawarkan fisik bangunan atau lingkungan, saya rasa value masih jauh dari harapan anda. Kondisi bangunan yang bagus dan rapi, lingkungan yang tertata dan rapi itu adalah kondisi standar dari suatu perumahan. Tetapi apabila anda berharap menciptakan value, itu semua belum cukup.

Coba kita amati Starbuck, apa sih experience atau pengalaman yang didapatkan disana? Kalau anda masuk ke Starbuck, brand-nya Starbuck sudah cukup besar, ini satu kebanggan tersendiri anda minum kopi mahal dan enak ini. Kedua, yang datang ke Starbuck minimal kalangan pekerja atau minimal bukan orang susah wkkkkkk, ada kelas dan kebanggaan tersendiri disini. Ketiga, anda akan merasakan di Starbuck seperti rumah sendiri, koq? Iya, gak akan bakal ada barista yang mengusir anda atau mengusir halus dengan pura-pura mondar-mandir, anda pesan satu cangkir terus keluar esok hari juga gak papa wkkkkkkkkk asal tahan gak mandi aja wkkkkkk. Anda bebas nongkrong kapan saja, gak akan diusir selama anda bersikap sopan dan berpakaian lengkap wkkkk mirip dirumah sendiri ya, pokonya nyamaaaaan. Keempat adalah anda mendapatkan pelayanan yang prima, semua barista pasti ramah dan siap menjelaskan jenis kopi yang ada. Terakhir adalah anda melihat bahwa kopi yang anda nikmati bernar-benar berasal dari kopi asli yang di blend, dengan peralatan canggih nan mahal yang gak bakalan ada di dapur anda sekalipun wkkkkkkkk bener-bener show of  force ala Starbuck. Belum lagi mengenai kopi  beraneka rasa yang betul-betul berkelas. Woooow….rasanya gak rugi beli kopi yang paling murah bisa 10 kali lipat kopi biasa.

Ok, kita gak usah bahas lebih jauh Starbuck-nya, kita akan bahas apakah itu bisa hadir di perumahan anda? Branding, apakah brand perumahan anda cukup terpercaya? Apakah brand atau nama atau logo perumahan anda cukup membanggakan konsumen? Mungkin terlalu naif kalau cuma karena nama dan logo terus konsumen akan bangga dan memutuskan beli? Well, saya tanya nih, anda lebih bangga tinggal di perumahan “Graha Green Residence’ atau di “Sukamakmur Indah’?…ups jawab sendiri dech.

Ok, next, apakah anda sudah menjadikan perumahan anda adalah tujuan atau sasaran beli dari kelas konsumen tertentu? Apakah anda sudah memposisikan sedemikian rupa baik berupa produk maupun layanan staff anda supaya match dengan kelas konsumen tertentu? Seberapa baikkah anda melayani kelas tersebut sehingga mereka akan selalu memikirkan anda sebelum memutuskan beli rumah? Coba anda cek produk dan layanan staff anda, sudah memuaskankah untuk satu kelas tertentu yang selama ini jadi target anda?

Berikutnya adalah, seberapa jauh anda bisa membuat perumahan anda, baik dari sisi suasana maupun pengalaman adalah senyaman rumah atau mungkin hunian ideal konumen anda? Sudahkah semua itu hadir dalam kompleks perumahan dan keramahan staff anda? Apakah konsumen anda sudah benar-bernar merasakann? Atau cuma hadir dalam slogan dan brosur-brosur pemasaran anda?

Terakhir adalah, seberapa percaya konsumen anda bahwa rumah yang anda hadirkan ke mereka adalah sesuai dengan harga yang mereka bayarkan? Apakah mereka merasa sangat beruntung memiliki unit rumah di perumahan anda? Atau sebaliknya, mereka merasa buntung atau rugi mengambil unit di perumahan anda? Seberapa jauhkah kepuasan konsumen anda sehingga dengan sukarela mereka akan mengiklankan perumahan anda dan secara tidak langsung menjadi ‘brand’ ambassador bagi perumahan anda di lingkungan terdekat konsumen anda?

Jik semua pertanyaan diatas anda merasa sudah mencapainya, maka anda sudah dapat menghadirkan value dari perumahan anda. Selamaaaaaat..dan..sukses ya. Tapi kalau belum bagaimana? Ingat “Red Oceans” selalu tidak menyenangkan he he. Daripada anda berdarah-darah berkelahi dengan kompetitor hanya bermodalkan fisik bangunan, ada baiknya anda memikirkan untuk mulai menciptakan value dari sekarang, kapan lagi?

Jadi, siapa bilang bikin kopi uwenaaaak dan mahaaaaal itu gampang? Cobain aja sendiri wkkkkkk

Tinggalkan komentar

Filed under Marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s