JANJI PALSU JANJI BERDURI

Suka lagu dangdut gak? Kalau saya suka semua, mulai dangdut, jazz, pop, rock, metal, grunge, sampai hardcore wkkkkkk. Wah…sebenarnya arah tujuan musik saya kemana ya? Ha ha ha, gak jelas…

Kalau suka musik dangdut tentu sering dengan syair diatas “janji palsu janji berduri, kau yang memulai kau yang mengingkari” serrrrrr tarik maaaang..

Tentunya sakit deh kalau sampai janji teringkari. Bisa sakit hati, makanya daripada sakit hati lebih baik aku sakit gigiiiii..wkkkkk. Tarik lagi maaaang…serrrr.

Rekan property yang terbiasa di proyek pasti sangat hapal kondisi seperti judul diatas yaitu janji yang teringkari, terutama apabila berhubungan dengan kontraktor. Seringnya janji kontraktor menyelesaikan pekerjaan terlambat, sehingga muncul pomeo kalau pekerjaan lapangan sangat susah on time. Meskipun tidak semua terlambat, tapi sebagian besar proyek pernah mengalami masalah yang satu ini.

Wajar? Saya rasa seharusnya pekerjaan kontraktor itu on time. Tapi melihat manajemen konstruksi yang diterapkan kadang jadi maklum kenapa keterlambatan itu selalu terjadi. Sayangnya hampir semua keterlambatan pasti melibatkan juga kesalahan pihak developer meskipun dalam porsi yang berbeda. Jadi serba susah menyikapi keterlambatan pada bidang yang satu ini.

Kita tidak akan membahas kenapa kontraktor terlambat, nanti akan kita bahas di artikel lain. Saat ini saya akan coba bahas mengenai kondisi apabila kontraktor terlambat dan apa saja yang harus kita lakukan bersama supaya janji yang teringkari tersebut dapat terealisasi?

Pada saat kontraktor terlambat. mengerjakan dan progress lapangan tidak sesuai, sebenarnya saat itu juga kondisi sudah lumayan kritis. Kenapa? Kerugian waktu sudah pasti terjadi. Progress yang seharusnya sudah selesai dimungkinkan akan molor lagi dalam kurun waktu tertentu. Tentu imbasnya akan panjang dan lebar, mulai dari keterlambatan penerimaan dari bank apabila akad ikut terlambat. Komplain konsumen, sampai kemungkinan terburuk konsumen batal atau mengundurkan diri. Sudah rugi biaya, waktu juga rugi nama baik…besar khan efek-nya?

Lalu apa yang harus dilakukan dalam kondisi seperti ini? Rekan property, saya coba uraikan step by step yang harus dilakukan apabila kita mengalami keterlambatan pekerjaan oleh kontraktor.

(1) DUDUK BERSAMA
Saat kondisi pekerjaan lapangan terlambat, yang diperlukan adalah kerjasama antara developer dan kontraktor untuk menyelesaikan keterlambatan. Saling menyalahkan adalah alternatif terburuk, dengan kerugian terbesar ada dipihak developer, terlambat, kemungkinan tambah biaya, cahsflow miss, nama baik ke konsumen dll. Bandingkan dengan kontraktor yang kemungkinan cuma menanggung kerugian materi saja. Duduklah bersama kontraktor, saling mendukung untuk menyelesaikan pekerjaan yang terlambat. Dengan catatan kontraktor masih berminat menyelesaikan, dilapangan masih ada team kontraktor dan kontraktor punya komitmen. Apabila tidak bagaimana? Semisal kontraktor sudah menarik team lapangan, pekerja jarang muncul, material kurang terus? Gak ada pilihan, cut dan ganti kontraktor baru. Tapi ingat ini pilihan terakhir, ganti kontraktor akan menambah waktu pencarian kontraktor baru, kemungkinan tambah biaya, dan kontraktor baru belum tentu setuju dengan harga borongan lama dan kemungkinan minta naik, belum lagi soal re-work akibat peninggalan kontraktor lama. Jadi upayakan dulu duduk bersama membahas bagaimana cara penyelesaian sepanjang kontraktor memenuhi syarat diatas yaitu masih mampu dan sanggup berkomitmen.

(2) INVENTORY PEKERJAAN
Janji penyelesaian akan tinggal janji apabila kontraktor dan developer tidak tahu apa saja yang belum dikerjakan. Jadi step kedua adalah dilakukan inventory semua kekurangan pekerjaan yang ada untuk sampai finish 100%. Jangan sampai ada yang ketinggalan satupun, termasuk juga apabila ada pekerjaan re-work untuk item yang salah pasang atau salah pengerjaannya. Item pekerjaan yang tersisa dijadikan satu list dokumen dan dibuat check list yang akan diketahui dan disetujui oleh kedua belah pihak. Ingat, dokumen ini harus disetujui bersama, jadi satu persepsi antara developer-kontraktor

(3) RE SCHEDULE
Sudah tentu namanya terlambat pasti akan melewati batas waktu SPK. Tapi terlambatnya sampai kapan? Jangan sampai janji diikuti janji yang akhirnya tinggal janji wkkkk. Bingung khan? Nah supaya tidak berjanji lagi, maka dari checklist pekerjaan yang sudah dibuat, di break down time schedule baru. Time schedule baru berisi waktu penyelesaian pekerjaan tersisa sesuai check list. Time schedule disusun sesuai kondisi lapangan dan kemampuan kontraktor. Bukan sekedar bikin senang developer. Tentu dengan pertimbangan percepatan pekerjaan seperti kerja lembur dll. Wajar dong, sudah terlambat masa mau diperlambat lagi. Jadi lupakan janji kontraktor untuk ‘secepatnya saya selesaikan’…pastikan ada schedule yang bisa ditepati.

(4) DAY TO DAY REPORT
Tahap terakhir supaya janji tidak jadi berduri adalah laporan harian. Ya..percuma anda minta komitmen, buat check list, time schedule baru..dan berharap semuanya akan running well. Lupakan itu semua, yang ada adalah anda harus mengawasi pekerjaan tersebut day to day. Ingat, keterlambatan pekerjaan unsur utamanya adalah pengwasan yang lemah dan kurang antisipasif. Jadi mau diulang lagi? Saya rasa kita tidak cukup bodoh untuk melakukan kesalahan yang sama. Jadi pastikan anda mengecek semua item pekerjaan dan schedule apakah sudah sesuai kesepakatan, dan secepatnya dilakukan antisipasi semisal ganti spek material yang setara apabila spek standar tidak tersedia dan lain sebagainya. Pastikan progres keterlambatan sesuai check list dan schedule baru. Jadi tidak keberatan khan kalau tiap hari melototi pekerjaan yang terlambat? Daripada terlambat lagi?

Rekan property, dengan step step diatas diharapkan kendala keterlambatan pekerjaan bisa secepatnya terselesaikan. Jadi janji yang kedua dari kontraktor bukanlah janji kosong karena memang bisa dilaksanakan dan bisa diawasi.

Apakah janji anda berduri? Wkkkkkkkk

Tinggalkan komentar

Filed under Teknik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s