AKUISISI PROYEK MACET #1

Sudah lama sekali say atidak membuat tulisan di blog ini. Lebih dari 18 bulan, hal ini dikarenakan kesibukan yang sangat padat dan membutuhkan perhatian baik fisik maupun psikis, yaitu membenahi sebuah proyek di Jawa tengah yang sangat amburadul. Dibutuhkan hampir 11 bulan untuk membuat proyek tersebut kembali pada posisi normal.

Maka untuk menebus lamanya masa vakum tersebut, saya bat tulisan 12 langkah menangani proyek macet yang semacet-macetnya wkwkwkwkwkwk…

Dimulai dari apa? Tentu langkah pertama adalah meneliti terlebih dahulu secara brief apakah proyek terssebut layak diambil alih. Layakkah poryek tersebut kita tangani ulang? Masih adakah keuntungan yang cukup menggiurkan untuk kita peroleh? Seberapa besarkah resiko yang dihadapi? Apakah kita anggup mengatasi resiko tersebut dan membalikan kondisi? Dll

Segudang pertanyaan harus muncul saat pertama kali kita melihat atau berminat menangani proyek macet. Tentu sikap optimis harus dilepaskan, ganti dengan sikap pesimis sehingga tingkat resiko akan menurun. Kebalik ya? Ya betul, saya tidak menyarankn anda super optimis, tetapi pesimis. Kenapa?

Ingat pendahulu anda sebelumnya telah gagal. Berarti proyek ini harus ditangani dengan ekstra hati-hati atau anda akan mengalami hal yang sama dengan pendahulu anda.

Apa sikap logika yang harus diambil?

Harga proyek bermasalah yang akan diakuisisi harus murah

Kenapa harus murah? Tentu saja, saat anda menerima proyek bobrok, banyak hal yang harus anda benahi. Itu semua adalah biaya, kalau proyek anda ambil bukan di harga murah, tetapi hanya harga pasar tentu anda tidak akan punya budget lebih untuk memperbaiki atau memoles proyek terbengkalai tersebut. Masuk akal khan?

Resiko proyek bermasalah harus bisa ditangani

Tentu namanya proyek bermasalah adalah adanya masalah yang tidak terselesaikan, entah itu di bidang marketing, keuangan, legal ataupun pajak. Lalu sikap apakah yang harus diambil? Sikap kehati-hatian dan perhitungan yang matang mengenai masalah yang sudah dan akan timbul. Apabila anda mempunyai daftar hutang konsumen maka resiko itu sudah terbaca, tetapi jika anda tidak bisa mendapatkan hal ini,maka besar kemungkinan masalah yang ada tidak terdata seberapa besar resiko yang akan muncul. Itu sekelumit pengandaian masalah dan resiko. Kalau anda tidak bisa menangani resiko di proyek yang akan anda akuisisi maka sebaiknya lupakan untuk mengakuisisi lahan tersebut. Kenapa? Karena resiko bisa berujung pada kegagalan. Dan kalau itu terjadi, apa bedanya anda dengan manajemen atau team sebelumnya? Sama2 gagal.

Punya team yang bisa menutup kesalahan team sebelumnya

Tentu anda butuh team yang cukup kuat untuk menangani akuisisi proyek dan kemudian menjalankannya, menanganinya dan membuatnya untung. Nah untuk melakukan hal ini dibutuhkan team yang kuat dan mampu menembel kesalahan team atau manajemen sebelumnya. Semisal team sebelumnya dikomplain konsumen karena telat bangun rumah, maka team baru wajib memiliki kemampuan menangani pembangunan rumah lebih cepat. Jika tidak maka sama saja kita mengulangi kesalahan yang sama. Dan saya rasa keledai juga tidak mau terperosok kedua kalinya di lubang yang sama.

Nah itu sekilas dari beberapa logika akuisisi yang wajib anda jalankan dalam langkah awal akuisisi lahan. Mau tahu detail lengkap logikanya? Hubungi saya he he he.

Heru Tri Wahyono | BB 75004C13

Tinggalkan komentar

Filed under Pajak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s